TNI Beberkan Kronologi Serangan Rudal Israel yang Tewaskan Dua Prajurit di Lebanon

Selasa 31-03-2026,15:37 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Markas Besar TNI menerima laporan duka dari misi perdamaian di Lebanon Selatan. Dua prajurit gugur, sementara dua lainnya terluka setelah kendaraan yang mereka tumpangi terdampak ledakan di tengah situasi konflik yang memanas.

Peristiwa itu terjadi pada Senin, 30 Maret 2026 saat tim pengawal dari Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S UNIFIL tengah menjalankan tugas. Mereka tergabung dalam Sector East Mobile Reserve yang saat itu mengawal konvoi Combat Support Service Unit.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan, pengawalan dilakukan sebagai bagian dari dukungan operasional di wilayah misi.

“Pengawalan dalam rangka tugas memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post 7-2,” kata Aulia dalam keterangannya pada Selasa, 31 Maret 2026.

Rombongan prajurit itu awalnya bergerak menuju markas Satgas TNI Konga XXIII-S di UNP 7-1. Namun di tengah perjalanan, situasi berubah cepat. Kendaraan yang mereka tumpangi disebut terkena serangan artileri di tengah eskalasi konflik yang meningkat.

BACA JUGA:TNI Gugur di Lebanon, MPR Minta Prabowo Pasukan Ditarik Jika Tak Dijamin Aman

Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih belum bisa dipastikan. TNI menyebut investigasi masih dilakukan oleh UNIFIL sambil terus memantau perkembangan di lapangan.

“Kami juga terus memonitor perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi dihadapkan pada dinamika di daerah misi Lebanon,” ujar Aulia.

Dua prajurit yang gugur adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Sementara dua lainnya yang mengalami luka yakni Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto.

“Kedua prajurit yang luka-luka sudah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit Saint George Beirut, Lebanon,” kata Aulia.

Di tengah simpang siur penyebab insiden, muncul informasi lain dari DPR. Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menyebut dugaan awal mengarah pada ranjau yang meledak saat dilintasi pasukan.

BACA JUGA:Pasukan Perdamaian Diserang di Lebanon, Konvoi UNIFIL Hancur dan Korban Berjatuhan

“Ketika mencoba untuk dilakukan evakuasi, mereka dihujani dengan serangan-serangan bersenjata,” ujar Dave di kompleks DPR, Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026.

Perbedaan informasi ini membuat desakan investigasi menguat. DPR meminta pengusutan dilakukan secara terbuka dan melibatkan semua pihak agar penyebab pasti bisa diungkap.

“Harus ada investigasi yang melibatkan semua pihak dan dilakukan secara terbuka sehingga keadilan dan keselamatan bagi prajurit benar-benar ditegakkan,” kata Dave.

Kategori :