JAKARTA, PostingNews.id — Minat siswa masuk perguruan tinggi negeri lewat jalur prestasi kembali membludak. Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi atau SNBP 2026 mencatat ratusan ribu pendaftar berebut kursi tanpa tes tulis.
Ketua Umum SNPMB Eduart Wolok mengungkapkan, tiga kampus akademik dengan peminat terbanyak tahun ini ditempati Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Surabaya, dan Universitas Padjadjaran.
Universitas Pendidikan Indonesia tercatat paling banyak diminati dengan 53.311 pendaftar, disusul Universitas Negeri Surabaya dengan 53.237 pendaftar, dan Universitas Padjadjaran 48.933 pendaftar.
“Sementara Universitas Padjadjaran sebanyak 48.933 siswa,” kata Eduart dalam konferensi pers di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026.
Di bawah tiga besar, persaingan tetap ketat. Universitas Diponegoro mencatat 46.304 peminat, disusul Universitas Negeri Semarang 41.556 pendaftar, dan Universitas Brawijaya 40.841 pendaftar. Nama-nama lain seperti Universitas Sebelas Maret, Universitas Sumatera Utara, Institut Pertanian Bogor, hingga Universitas Indonesia juga masih jadi tujuan favorit.
BACA JUGA:Sawah Dikonversi Kena Denda, Pemerintah Siapkan Aturan Ganti Rugi Berlipat
Sementara di jalur vokasi, Politeknik Negeri Bandung menjadi kampus paling diburu dengan 11.556 pendaftar. Politeknik Negeri Jakarta menyusul dengan 10.562 pendaftar, sementara Politeknik Negeri Malang mencatat 7.114 pendaftar.
Secara keseluruhan, sebanyak 178.981 siswa dinyatakan lolos SNBP 2026. Dari jumlah itu, 155.543 siswa diterima di PTN akademik, sedangkan 23.438 lainnya masuk jalur vokasi.
Dibanding tahun sebelumnya, jumlah kelulusan tahun ini sedikit meningkat. Pada SNBP 2025, sebanyak 173.028 siswa dinyatakan lolos dari total 776.515 peserta.
SNBP sendiri menjadi jalur yang paling diburu karena tidak menggunakan tes tertulis. Seleksi dilakukan berdasarkan nilai rapor serta prestasi akademik dan nonakademik selama masa sekolah. Pendaftaran jalur ini dibuka pada 3 hingga 18 Februari 2026.
BACA JUGA:Nyawa Melayang di Misi Damai, Muhammadiyah Sorot Zona Konflik Makin Berbahaya
Lonjakan peminat ini menunjukkan satu hal. Kursi PTN makin diperebutkan, sementara peluang tetap terbatas. Bagi banyak siswa, jalur prestasi bukan lagi alternatif, tapi jadi pertaruhan utama.