JAKARTA, PostingNews.id — Hubungan politik yang sempat renggang antara mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan Partai Demokrat kini disebut kembali mencair. Setelah drama politik di Pilpres 2024, komunikasi antar elite diklaim tetap terjaga.
Kedekatan itu terlihat saat Anies berkunjung ke kediaman Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, dalam momen halalbihalal Idul Fitri 1447 Hijriah, Sabtu, 21 Maret 2026.
Tak hanya bertemu SBY, Anies juga berjumpa dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Pertemuan ini seolah jadi sinyal bahwa relasi yang sempat retak mulai dirajut ulang.
Usamah Abdul Aziz menepis anggapan hubungan keduanya masih tegang. Ia menyebut persoalan yang sempat muncul hanya sebatas kesalahpahaman.
“Ya mungkin sempat ada salah paham, tapi hubungan baik terus kok,” ujar Usamah kepada wartawan, Selasa, 24 Juni 2026 malam.
BACA JUGA:Energi Mau Diutak-atik, Pemerintah Rapat Diam-Diam Bahas Arah Ekonomi Baru
Ia menjelaskan, kehadiran Anies di Cikeas bukan agenda khusus yang sarat makna politik. Menurutnya, itu sekadar silaturahmi Lebaran yang juga dihadiri sejumlah tokoh lain.
Dalam kesempatan itu, Anies turut bertemu dengan Yenny Wahid serta Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.
“Ya biasalah bertamu, kan di sana ada Mbak Yenny Wahid juga, ada Pak Dasco juga,” kata Usamah.
Ia menambahkan, Anies juga bersilaturahmi ke sejumlah tokoh senior lainnya pada momen Lebaran, termasuk ke kediaman Jusuf Kalla.
“Mas Anies kan juga kan datang ke Pak JK, kan ke senior-senior beliau hadir,” ujarnya.
Meski demikian, publik masih mengingat bagaimana hubungan Anies dan Demokrat sempat memanas jelang Pilpres 2024. Saat itu, Demokrat yang awalnya menjajaki duet Anies dengan AHY harus gigit jari setelah Anies memilih berpasangan dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.
BACA JUGA:Ulang Tahun Didit Prabowo Dirayakan Megawati dan Puan, Sinyal Baru di Tengah Perbedaan Politik
Keputusan itu memicu kekecewaan di tubuh Demokrat. Partai berlambang mercy tersebut kemudian berbalik arah dan bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju yang mengusung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Kini, pertemuan di Cikeas memberi kesan baru. Politik boleh berubah arah, tapi pintu komunikasi tampaknya tak pernah benar-benar ditutup.