Lebaran Beda Lagi, Haedar Ingatkan Jangan Sok Paling Benar

Jumat 20-03-2026,08:23 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Perbedaan hari raya kembali terjadi. Muhammadiyah lebih dulu menetapkan Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, sementara pemerintah memilih Sabtu, 21 Maret 2026. Situasi yang berulang saban tahun ini lagi-lagi memancing potensi gesekan di tengah masyarakat.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir langsung mengingatkan agar perbedaan itu tidak dibesar-besarkan. Ia menilai perbedaan penetapan Lebaran adalah hal yang wajar dan tidak perlu dijadikan ajang saling menyalahkan.

“Tidak perlu mempertajam perbedaan, apalagi mencari pembenaran diri dengan menyalahkan pihak lain. Baik dalam konteks kewarganegaraan maupun pemerintahan, semua pihak harus menahan diri,” ujar Haedar usai salat Id di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat, 20 Maret 2026.

Menurutnya, momen Idul Fitri justru harus dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan spiritual dan sosial, bukan memperuncing perbedaan. Ia mengajak masyarakat, termasuk para elite, untuk menjadikan Lebaran sebagai ruang mendekatkan diri kepada Allah sekaligus menghadirkan nilai ihsan dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA:Pigai Siap Gaji Dipotong Sampai Nol Demi Efisiensi Negara

Haedar juga menyoroti peran tokoh agama dan elite bangsa yang dinilai krusial dalam menjaga suasana tetap kondusif. Ia mengingatkan agar mereka tidak melontarkan pernyataan yang justru memperkeruh keadaan.

“Jalani Idul Fitri dengan khusyuk, baik yang merayakan pada 20 maupun 21 Maret, bahkan yang lebih dahulu, agar tidak terjebak dalam perbedaan yang justru dapat meretakkan persatuan,” katanya.

Di tengah perbedaan yang terus berulang, Haedar tetap optimistis masyarakat Indonesia cukup dewasa untuk menyikapinya. Ia bahkan berharap ke depan dunia Islam bisa memiliki satu kalender global agar perbedaan penetapan hari besar bisa diminimalkan.

“Ke depan, Insya Allah perbedaan itu dapat diminimalisasi jika ada keterbukaan hati dan pikiran, serta didasarkan pada ilmu pengetahuan yang tinggi,” ucapnya.

Menutup pernyataannya, Haedar menekankan pentingnya keteladanan dari para elite bangsa. Ia meminta para pemimpin menunjukkan sikap yang menenangkan, bukan memicu perpecahan.

BACA JUGA:Dapur MBG Dibuka ke Publik, Prabowo Persilakan Warga Cek dan Komplain

“Berikan teladan bagi rakyat bahwa para elite mampu menjadi uswah hasanah dalam menciptakan persatuan, perdamaian, toleransi, dan kemajuan. Kita masih memiliki berbagai ketertinggalan yang memerlukan kerja keras bersama dari seluruh komponen bangsa,” katanya.

Kategori :