JAKARTA, PostingNews.id — Menteri HAM Natalius Pigai bikin pernyataan yang langsung nyentil elite sendiri. Di tengah isu pemangkasan gaji akibat krisis energi global, Pigai mengaku siap kalau penghasilannya dipotong, bahkan sampai nol rupiah.
Pernyataan itu ia sampaikan lewat akun media sosialnya dan dikonfirmasi pada Jumat, 20 Maret 2026. Pigai menegaskan dirinya tak keberatan jika kebijakan tersebut benar-benar diterapkan demi kepentingan negara. “Kalaupun tidak menerima gaji sebagai menteri, saya bersedia,” ujar Pigai.
Ia menambahkan, soal gaji bukan hal utama selama kebijakan itu ditujukan untuk kepentingan rakyat dan bangsa. Pigai bahkan mengaku kondisi keuangannya bukan yang paling kuat di kabinet.
Berdasarkan laporan harta kekayaan, ia menyebut dirinya sebagai salah satu menteri dengan aset paling kecil di Kabinet Merah Putih. Meski begitu, ia tetap menyatakan siap mengikuti kebijakan apa pun yang diputuskan pemerintah.
“Gaji pokok saya Rp18 juta, dan saya masih mencukupi dari tunjangan serta perjalanan dinas sesuai aturan,” katanya.
BACA JUGA:BBM Mahal Gegara Perang, Prabowo Dorong Pekerja se-RI WFH
Di internal kementeriannya, Pigai juga mengklaim sudah menutup celah praktik-praktik yang berpotensi mengganggu integritas. Ia menegaskan tidak ada ruang bagi pejabat di lingkungannya untuk menerima uang tambahan di luar ketentuan.
Langkah itu, menurut dia, membuat Kementerian HAM lebih solid dan fokus bekerja.
Wacana pemotongan gaji ini sendiri bukan muncul tiba-tiba. Pemerintah sebelumnya mulai mengkaji skenario penghematan di tengah tekanan global, terutama akibat konflik di Timur Tengah yang berdampak pada pasokan energi.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut kebijakan pemotongan gaji menteri masih dalam tahap pembahasan sejak Selasa, 17 Maret 2026.
Sinyal penghematan sudah lebih dulu disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat, 13 Maret 2026. Ia menyinggung langkah ekstrem yang diambil negara lain saat menghadapi tekanan ekonomi.
BACA JUGA:Prabowo Temui Mega Diam-Diam di Ramadan, Bahas Negara atau Peta Kekuasaan
“Ini hanya sebagai perbandingan. Jadi, mereka menganggap ini sudah kritis, seperti kita dulu saat Covid-19,” kata Prabowo.
Pernyataan Pigai kini jadi semacam tantangan terbuka. Di saat pemerintah bicara efisiensi, ia sudah lebih dulu menyatakan siap berkorban. Tinggal menunggu, apakah pejabat lain ikut langkah yang sama atau justru memilih diam sambil menunggu kebijakan benar-benar diketok.