Pembagian waktu tersebut diperkirakan terjadi karena adanya perbedaan jadwal libur serta strategi masyarakat untuk menghindari kepadatan lalu lintas.
Selain arus mudik, pemerintah juga memperkirakan puncak arus balik Lebaran akan terjadi dalam dua periode berbeda.
Gelombang pertama arus balik diprediksi terjadi pada tanggal 24 hingga 25 Maret ketika sebagian masyarakat mulai kembali ke kota tempat mereka bekerja.
BACA JUGA:Relawan Tim 8 Prabowo Gibran Desak Pengusutan Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS
Sementara itu gelombang kedua arus balik diperkirakan terjadi pada tanggal 28 hingga 29 Maret setelah masa libur Lebaran berakhir.
Agus Harimurti Yudhoyono juga mengatakan bahwa pemerintah terus menyiapkan berbagai langkah untuk mengurai kepadatan kendaraan selama masa mudik.
Ia menjelaskan bahwa kebijakan kerja fleksibel seperti work from anywhere akan diterapkan untuk membantu mengurangi penumpukan perjalanan pada waktu tertentu.
Menurutnya, kebijakan tersebut diharapkan dapat membuat masyarakat memiliki pilihan waktu perjalanan yang lebih beragam sehingga tidak semua orang mudik secara bersamaan.