Deretan Fakta Serangan Air Keras terhadap Andrie Yunus

Minggu 15-03-2026,08:12 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

“Kami menelusuri beberapa hari Andrie diintai dari rumahnya, dari messnya, tempat-tempat berkunjungnya,” ujar Isnur dalam konferensi pers di Jakarta.

Berdasarkan kronologi yang disampaikan KontraS, Andrie saat itu mengendarai sepeda motor di kawasan Jalan Salemba I Jakarta Pusat. Ketika melintas di sekitar Jembatan Talang, dua orang pelaku mendekati dari arah berlawanan dengan sepeda motor yang diduga jenis Honda Beat keluaran 2016 hingga 2021.

Dua pelaku tersebut terdiri dari seorang pengendara dan seorang penumpang. Pengendara disebut mengenakan kaos kombinasi putih dan biru, celana jeans serta helm hitam. Sementara penumpang menggunakan penutup wajah hitam, kaos biru tua dan celana panjang jeans yang digulung.

Salah satu pelaku kemudian menyiramkan cairan keras ke arah korban hingga mengenai tubuhnya. Andrie yang terkena cairan tersebut langsung berteriak kesakitan dan menjatuhkan sepeda motornya.

Diduga Serangan Terencana

Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menilai pola serangan terhadap Andrie menunjukkan indikasi adanya perencanaan.

“Pola serangan yang dilakukan tampaknya terencana dan terorganisasi sehingga pengungkapan peristiwa ini tidak boleh berhenti di tingkat eksekutor, tetapi harus mengungkap aktor intelektual di baliknya,” kata Yusril dalam keterangan tertulis di Jakarta Jumat 13 Maret.

BACA JUGA:Emosi Sesaat Berujung Petaka: Pedro Neto Terancam Sanksi UEFA Usai Dorong Anak Gawang di Markas PSG!

Ia meminta aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut secara menyeluruh termasuk mengungkap pihak yang berada di balik aksi kekerasan itu.

Komnas HAM Turun Menyelidiki

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia juga memutuskan membuka penyelidikan terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis HAM tersebut.

Ketua Komnas HAM Anis Hidayah mengatakan lembaganya akan mengumpulkan berbagai informasi di lapangan untuk memastikan peristiwa tersebut tidak berhenti tanpa kejelasan.

“Kami akan memperjuangkan keadilan bagi korban, pemulihan, serta bagaimana menghentikan praktik-praktik represif yang serupa di kemudian hari,” ujar Anis saat peluncuran program pembelajaran daring Civil Society and Democracy di Jakarta Jumat malam 13 Maret.

Menurut Anis penggunaan air keras menunjukkan adanya persiapan sebelum aksi dilakukan.

“Karena orang menyiram dengan air keras pasti menyiapkan dan sebagainya, apalagi dilakukan pada tengah malam seperti itu,” katanya.

Polisi Buru Pelaku

Kategori :