JAKARTA, PostingNews.id — Iran bergerak cepat mencari pengganti setelah wafatnya Ayatollah Seyed Ali Khamenei. Ulama yang memimpin Republik Islam itu selama 37 tahun sejak meninggalnya Imam Ruhollah Khomeini pada 1989 tersebut kini digantikan oleh putranya, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei.
Dilansir dari Tasnim, Senin, 9 Maret 2026, keputusan itu diumumkan oleh Majelis Ahli atau Assembly of Experts pada Minggu malam waktu setempat. Lembaga yang memiliki kewenangan memilih sekaligus mengawasi pemimpin tertinggi Iran tersebut menyampaikan pernyataan resmi yang juga memuat duka atas wafatnya Khamenei.
Dalam pernyataan itu, majelis menyampaikan belasungkawa atas kematian sang pemimpin yang disebut sebagai syahid bersama sejumlah korban lain dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari. Pernyataan tersebut juga mengecam keras serangan yang mereka sebut sebagai agresi brutal terhadap Iran.
Majelis menyatakan bahwa proses pergantian kepemimpinan dilakukan dengan cepat meski situasi negara berada dalam kondisi perang dan di tengah ancaman langsung dari pihak yang mereka sebut sebagai musuh.
Pernyataan itu menegaskan bahwa majelis segera menjalankan tanggung jawab konstitusionalnya setelah kematian pemimpin sebelumnya.
BACA JUGA:Diamnya Prabowo soal Iran, Pengamat TimTeng Sebut Sikap Pemerintah Blunder
Majelis menuliskan bahwa setelah wafatnya Imam Khamenei, dan meskipun negara berada dalam kondisi perang serta menghadapi ancaman langsung dari musuh, majelis tidak membuang waktu untuk menjalankan kewajiban konstitusionalnya dan segera memulai proses pemilihan serta pengenalan pemimpin baru.
Dipilih dengan Suara Mayoritas
Setelah melalui pembahasan dan peninjauan yang disebut berlangsung secara menyeluruh, Majelis Ahli akhirnya mengumumkan keputusan mereka. Dalam pertemuan yang digelar pada Minggu, anggota majelis memilih Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin ketiga Revolusi Islam Iran.
Pernyataan resmi itu menyebut keputusan diambil setelah proses evaluasi yang mendalam dan berdasarkan tanggung jawab keagamaan para anggota.
Majelis menyatakan bahwa setelah peninjauan yang tepat dan luas, serta berdasarkan kewajiban agama mereka, majelis dalam pertemuan pada Minggu memilih dan memperkenalkan Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin ketiga Revolusi Islam dengan suara mayoritas yang sangat besar dari para anggota.
Penunjukan ini menjadikan Mojtaba Khamenei sebagai penerus langsung kepemimpinan yang selama ini dipegang ayahnya. Selama lebih dari tiga dekade, Ayatollah Ali Khamenei memegang posisi tertinggi dalam struktur politik dan keagamaan Iran.
Majelis Ahli memiliki posisi penting dalam struktur politik Republik Islam. Lembaga ini bertugas memilih pemimpin tertinggi serta mengawasi jalannya kepemimpinan tersebut.
BACA JUGA:Prabowo Kumpulkan Mantan Ajudan dan Pengawal di Hambalang, Nostalgia 3 Dekade Lalu
Para anggota majelis dipilih langsung oleh rakyat Iran melalui pemilihan umum untuk masa jabatan delapan tahun. Mereka memiliki kewenangan untuk menentukan siapa yang akan memimpin negara sekaligus memastikan pemimpin tersebut menjalankan tugasnya sesuai dengan prinsip-prinsip sistem Republik Islam.