JAKARTA, PostingNews.id — Ketegangan di kawasan Timur Tengah merambat hingga ke Uni Emirat Arab ketika Iran meluncurkan rangkaian serangan rudal dan drone ke pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di negara tersebut. Serangan itu menjadi bagian dari eskalasi konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dalam beberapa hari terakhir.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab Judha Nugraha mengatakan situasi keamanan di negara Teluk itu masih berada dalam pengawasan ketat. Berdasarkan laporan yang diterima Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abu Dhabi dari otoritas setempat, jumlah proyektil yang diarahkan ke wilayah UEA mencapai angka yang sangat besar.
“Berdasarkan informasi dari otoritas setempat, total ada 1.331 serangan berupa rudal maupun drone yang diarahkan Iran menuju ke wilayah UEA. Mayoritas memang dapat diintersep oleh sistem pertahanan udara,” kata Judha kepada wartawan pada Jumat malam 6 Maret 2026.
Menurut dia, sistem pertahanan udara milik Uni Emirat Arab mampu menahan sebagian besar proyektil yang masuk. Kemampuan intersepsi tersebut membuat kerusakan yang ditimbulkan bisa ditekan. Meski demikian, tidak semua serangan berhasil dicegat.
BACA JUGA:Bahlil Minta Warga Tak Panic Buying BBM, Pemerintah Klaim Stok Masih Aman
Beberapa proyektil dilaporkan jatuh di sejumlah titik wilayah negara itu dan menimbulkan korban. Data yang dirilis pemerintah setempat menunjukkan ada tiga orang yang meninggal dunia akibat serangan tersebut.
“Dari data pemerintah setempat, total ada tiga orang meninggal dunia. Mereka warga Pakistan, Bangladesh, dan Nepal. Kemudian ada 96 orang lainnya mengalami luka-luka,” ujar Judha.
Ketiga korban yang tewas merupakan pekerja migran yang bekerja di Uni Emirat Arab. Sementara puluhan lainnya mengalami luka akibat dampak serangan yang tidak sepenuhnya dapat dicegah oleh sistem pertahanan udara.
KBRI Pastikan WNI Tidak Menjadi Korban
Di tengah situasi yang terus berkembang, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abu Dhabi memastikan warga negara Indonesia yang berada di Uni Emirat Arab masih dalam kondisi aman.
Judha menegaskan hingga saat ini tidak ada laporan mengenai warga Indonesia yang menjadi korban dari serangan rudal dan drone tersebut. Pihak kedutaan terus melakukan pemantauan serta koordinasi dengan otoritas keamanan setempat. “Hingga saat ini tidak ada WNI yang menjadi korban dari serangan rudal Iran,” kata Judha.
BACA JUGA:FPI Ingatkan Pemerintah, TNI di Gaza Jangan Sampai Berkonfrontasi dengan Hamas
Selain memantau perkembangan situasi keamanan, KBRI juga aktif menjalin komunikasi dengan komunitas warga Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah di Uni Emirat Arab. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi mereka tetap aman di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah hubungan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel memasuki fase konfrontasi yang lebih terbuka. Serangkaian serangan balasan mulai meluas hingga menyentuh beberapa negara Teluk.
Uni Emirat Arab menjadi salah satu wilayah yang terdampak karena posisinya yang strategis serta kedekatannya dengan negara-negara Barat dalam bidang politik dan keamanan.