Bahlil: Bagi Golkar, Lailatul Qadar itu Kalau Kursi DPR Bertambah

Jumat 06-03-2026,19:31 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyinggung makna malam Lailatul Qadar ketika membuka peringatan Nuzulul Qur’an di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar di Jakarta. Dalam sambutannya, Bahlil mengaitkan malam yang diyakini penuh keberkahan itu dengan momentum yang menurutnya punya arti tersendiri bagi partai berlambang pohon beringin.

Bahlil yang juga menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengatakan Lailatul Qadar sering dipandang sebagai waktu yang paling dinanti oleh umat Islam pada 10 malam terakhir Ramadan. Ia kemudian mengibaratkan makna malam kemuliaan itu dengan keberuntungan politik ketika partai memperoleh tambahan kursi di parlemen.

“Kalau bagi Partai Golkar, Lailatul Qadar itu kalau kursi tambah,” kata Bahlil saat berbicara di hadapan kader partai di Jakarta pada Jumat, 6 Maret 2026.

Pernyataan itu disampaikan ketika ia menjelaskan makna Lailatul Qadar yang diyakini sebagai malam penuh keberkahan. Menurut dia, bagi orang yang berharap mendapat limpahan rahmat, malam tersebut selalu menjadi momentum yang ditunggu-tunggu.

BACA JUGA:Soal OTT Bupati Pekalongan, Jokowi: Fadia Arafiq Pernah Datang ke Rumah Saya

Dalam sambutan yang berlangsung sekitar delapan menit itu, Bahlil juga menyinggung peringatan Nuzulul Qur’an yang jatuh setiap 17 Ramadan. Ia mengatakan peringatan tersebut tidak hanya sekadar mengenang turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad, tetapi juga menjadi pengingat bagi umat Islam untuk menilai kembali kedekatan mereka dengan Al-Qur’an.

Bagi Bahlil, pesan yang terkandung dalam Al-Qur’an juga memberikan landasan moral dalam kehidupan bernegara, termasuk dalam menjalankan kekuasaan.

Ia kemudian menyinggung salah satu ayat dalam Surah Al Isra ayat 80 yang menurutnya memuat doa agar seseorang diberikan kekuasaan yang dapat digunakan untuk menolong dan membawa kebaikan.

Kekuasaan Harus Membawa Manfaat

Bahlil mengaitkan pesan ayat tersebut dengan tanggung jawab kader Golkar yang memegang jabatan di berbagai lembaga negara. Ia menilai kekuasaan tidak seharusnya hanya dipandang sebagai kemenangan politik, melainkan amanah yang harus memberi manfaat bagi masyarakat.

“Jadi kalau kader Partai Golkar di eksekutif maupun legislatif, ini tidak hanya sekadar kekuasaan yang kita rebut, tapi kekuasaan amanah itu harus menjadi Rahmatan Lil ’Alamin,” ucapnya.

BACA JUGA:Bahlil Minta Warga Tak Panic Buying BBM, Pemerintah Klaim Stok Masih Aman

Menurut dia, jabatan yang diperoleh politikus pada akhirnya akan dipertanggungjawabkan. Ketika seseorang kembali kepada Tuhan, kata Bahlil, akan ada pertanyaan mengenai seberapa besar manfaat yang telah diberikan selama memegang amanah kekuasaan di dunia.

Dengan pesan itu, Bahlil mengajak kader Golkar untuk menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai landasan dalam menjalankan peran politik. Bagi dia, kekuasaan yang dijalankan dengan niat memberi manfaat akan meninggalkan jejak kebajikan yang dapat dirasakan masyarakat luas.

Kategori :