Bahlil Minta Warga Tak Panic Buying BBM, Pemerintah Klaim Stok Masih Aman

Jumat 06-03-2026,19:12 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Kekhawatiran masyarakat terhadap pasokan bahan bakar minyak mulai terlihat di sejumlah daerah. Antrean kendaraan muncul di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum setelah memanasnya konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang berujung pada penutupan Selat Hormuz.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan. Ia menegaskan pasokan BBM nasional masih berada dalam kondisi aman. Bahlil mengatakan pemerintah bersama PT Pertamina telah mengantisipasi gangguan pasokan dari Timur Tengah dengan mengalihkan sebagian sumber impor ke negara lain.

“Kami dengan Pertamina sudah melakukan switch dari Middle East kita ambil di Amerika, kemudian dari Nigeria, dan dari Brasil. Jadi tidak perlu ada panic buying,” kata Bahlil di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar di Jakarta pada Jumat malam, 6 Maret 2026.

Menurut dia, perubahan jalur pasokan tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas suplai energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik kawasan Timur Tengah. Pernyataan Bahlil muncul setelah munculnya antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU. Sebagian masyarakat khawatir pasokan BBM akan menipis akibat konflik yang memengaruhi jalur perdagangan minyak global.

BACA JUGA:FPI Minta Prabowo Sampaikan Belasungkawa Terbuka atas Wafatnya Ayatollah Khamenei

Kekhawatiran itu juga dipicu oleh pernyataan Bahlil sebelumnya yang menyebut cadangan BBM Indonesia cukup untuk sekitar 20 hari. Ucapan tersebut memicu interpretasi bahwa persediaan energi nasional berada dalam kondisi kritis.

Bahlil kemudian menjelaskan bahwa angka tersebut sebenarnya berkaitan dengan kapasitas penyimpanan minyak Indonesia yang memang terbatas. Ia menyebut kemampuan penyimpanan nasional hanya mampu menampung cadangan minyak sekitar 25 hari. Menurutnya kondisi ini bukan sesuatu yang baru dan telah berlangsung sejak lama.

Cadangan Nasional Masih di Atas Batas Aman

Bahlil menegaskan standar nasional menetapkan cadangan minyak minimal untuk kebutuhan sekitar 20 hari. Ia memastikan posisi cadangan saat ini masih berada di atas batas tersebut.

“Standar minimal ketersediaan kita itu untuk standar nasional minimal harus di atas 20 hari. Sekarang minyak kita 23 hari. Jadi itu artinya bahwa standar kepemilikan kita, minyak kita itu aman. Jadi nggak perlu ada panik. Suplai lancar,” ujar Bahlil.

Ia menambahkan bahwa pemerintah tetap menjaga rantai distribusi energi agar tidak terganggu meskipun konflik di Timur Tengah meningkatkan risiko gangguan pasokan global.

BACA JUGA:Konflik Global Memanas, Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Jakarta Tetap Aman Jelang Ramadan

Selain mengandalkan impor, pemerintah juga mengklaim sebagian kebutuhan bahan bakar telah diproduksi di dalam negeri. Bahlil menyebut produksi solar nasional masih berjalan sehingga membantu menjaga keseimbangan suplai.

Selama cadangan minyak tersimpan dalam fasilitas penampungan, kegiatan produksi dan distribusi energi tetap berlangsung normal. Hal ini membuat pemerintah yakin kondisi pasokan nasional masih terkendali. Bahlil kembali mengimbau masyarakat agar tidak terpancing informasi yang belum tentu benar terkait kelangkaan BBM.

“Insya Allah sekalipun terjadi peperangan di Timur Tengah, kondisi kita aman. Sekali lagi saya katakan aman. Jadi jangan dengar provokasi-provokasi atau misinformasi,” ucap dia.

Kategori :