Indonesia Sudah Hubungi AS dan Iran untuk Jadi Mediator Konflik Timur Tengah

Rabu 04-03-2026,15:00 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran, pemerintah Indonesia mencoba mengambil peran yang tidak kecil. Presiden Prabowo Subianto menawarkan Indonesia sebagai mediator. Namun hingga kini, Washington dan Teheran belum memberikan jawaban.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan bahwa komunikasi sudah dilakukan dengan kedua negara yang tengah berseteru itu. Ia mengatakan pemerintah Indonesia telah menyampaikan langsung niat untuk membantu meredakan ketegangan.

“Saya berkomunikasi dengan kedua belah pihak, pihak AS dan pihak Iran,” kata Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa malam, 3 Maret 2026.

Meski demikian, keputusan belum di tangan Indonesia. Kedua negara masih memilih memantau perkembangan konflik sebelum menentukan langkah berikutnya. “Kita tunggu bagaimana nanti, karena mereka mengatakan akan lihat situasinya beberapa hari dan beberapa minggu ke depan,” ujar Sugiono.

BACA JUGA:Purbaya Klaim APBN Masih Aman Meski Perang Iran–Israel Memanas

Situasi ini memperlihatkan satu hal. Tawaran Indonesia memang sudah disampaikan, tetapi jalan menuju mediasi belum benar-benar terbuka.

Prabowo Ingin Redakan Ketegangan Teluk

Sugiono mengatakan pesan tersebut juga telah disampaikan langsung kepada Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Komunikasi dilakukan melalui percakapan telepon.

Dalam pembicaraan itu, Sugiono menyampaikan penyesalan Indonesia atas kegagalan perundingan yang berujung eskalasi konflik. Ia juga menjelaskan bahwa Presiden Prabowo ingin menurunkan tensi di kawasan Teluk yang kini kembali memanas. “Dan ini merupakan pandangan-pandangan yang juga beliau (Araghchi) terima,” kata Sugiono.

Menurut dia, posisi Indonesia sederhana. Jakarta ingin menjadi jembatan komunikasi antara dua negara yang saat ini berada dalam situasi konfrontatif.

BACA JUGA:Megawati Kirim Surat Duka ke Iran atas Syahidnya Ayatollah Ali Khamenei

Namun Sugiono juga menegaskan bahwa tawaran tersebut tidak bisa berjalan sepihak. Peran mediator hanya mungkin dilakukan jika kedua pihak yang berkonflik menyetujui.

“Seperti yang disampaikan bahwa jika kedua belah pihak berkeinginan, ya, Pak Presiden bersedia untuk menjadi mediator. Tetapi kalau misalnya ada pandangan seperti itu, ya, kami kembalikan kepada mereka,” ujarnya.

Di sisi lain, respons dari Teheran menunjukkan kehati-hatian. Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyampaikan apresiasi atas inisiatif Indonesia, namun menegaskan belum ada komunikasi lanjutan yang lebih konkret.

Menurut Boroujerdi, pemerintah Iran masih memantau perkembangan konflik yang terus bergerak cepat. Karena itu, terlalu dini untuk menilai apakah mediasi dapat mengubah situasi.

Kategori :