Sebelumnya, militer mengonfirmasi tiga kematian pada Ahad sebagai korban pertama sejak operasi dimulai. Seorang personel lainnya yang terluka parah akhirnya meninggal dunia akibat luka-lukanya.
BACA JUGA:Partai Golkar Kembali Digoyang OTT KPK
Dua pejabat AS yang berbicara kepada Reuters tanpa menyebut nama mengatakan korban terjadi di pangkalan AS di Kuwait.
Dengan jumlah korban yang terus bertambah dan retorika yang kian tajam, pengakuan Rubio membuka satu fakta penting. Amerika Serikat tidak hanya menyerang karena ancaman nuklir, tetapi juga karena perhitungan atas langkah Israel.
Konflik yang semula diklaim sebagai operasi terbatas kini bergerak ke arah perang regional yang lebih luas, dengan konsekuensi politik dan militer yang belum sepenuhnya terukur.