Trump Umumkan Serangan ke Iran, Dua Target Utama Mulai Terungkap

Sabtu 28-02-2026,20:18 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

“Tujuan kami adalah membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman yang akan segera datang dari rezim Iran,” ujarnya.

Menurut Trump, kemampuan rudal Iran dinilai semakin luas jangkauannya dan berpotensi mengancam sekutu Amerika di Eropa serta pasukan AS yang ditempatkan di berbagai wilayah dunia.

“Mereka mencoba membangun kembali program nuklir mereka dan terus mengembangkan rudal jarak jauh yang kini dapat mengancam sahabat dan sekutu kami di Eropa, pasukan kami yang ditempatkan di luar negeri, dan segera bisa menjangkau daratan Amerika,” katanya.

Ia juga memperingatkan warga sipil Iran mengenai risiko serangan udara yang akan berlangsung luas.

BACA JUGA:Pria Tewas Dibacok saat Tidur di Bantul Ternyata Anggota Brigade Joxzin

“Tetaplah berlindung. Jangan keluar rumah. Di luar sangat berbahaya. Bom akan dijatuhkan di mana-mana,” ucap Trump.

Eskalasi ketegangan sejak pertengahan tahun

Serangan tersebut sebelumnya telah diperkirakan setelah Washington mengerahkan kekuatan militer besar ke Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir. Langkah itu menandai peningkatan kesiapan militer Amerika Serikat di kawasan yang sejak lama diliputi ketegangan geopolitik.

Meski demikian, sehari sebelum pengumuman serangan, Trump masih menyatakan belum mengambil keputusan final terkait opsi militer terhadap Iran. Pada Kamis sebelumnya, utusan Amerika Serikat bahkan sempat melakukan pembicaraan dengan diplomat senior Iran guna membahas kekhawatiran mengenai program nuklir Teheran.

Pertemuan tersebut berlangsung di Jenewa dengan mediasi Oman. Diplomat tertinggi Oman saat itu menyampaikan optimisme mengenai peluang kompromi antara kedua pihak.

Ia juga bertemu dengan Wakil Presiden AS JD Vance pada Jumat dan mengatakan kepada CBS News bahwa Iran disebut telah menyetujui untuk tidak menimbun uranium yang diperkaya hingga tingkat yang dapat digunakan untuk membuat bom atom. Klaim itu kemudian dibantah oleh pemerintah Iran.

Sebelumnya, pada Juni tahun lalu, Trump juga memerintahkan militer Amerika Serikat menyerang sejumlah situs nuklir utama Iran sebagai bentuk dukungan terhadap operasi militer Israel. Ketegangan sejak saat itu terus meningkat hingga akhirnya berujung pada serangan terbaru yang diumumkan pada akhir Februari ini.

Kategori :