Jerit Warga Huntara Aceh Utara, Rumah Hancur, Hunian Tetap Belum Datang

Sabtu 28-02-2026,14:10 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Sore merambat pelan di kompleks hunian sementara Desa Ulee Rubek Timu, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Jumat 27 Februari 2026. Deretan bangunan sederhana tampak tenang menjelang waktu berbuka puasa. Warga beraktivitas seperlunya sambil menunggu azan magrib.

Di salah satu unit Huntara, Basri duduk beristirahat. Ia menjadi bagian dari 96 kepala keluarga yang kini tinggal di hunian sementara setelah banjir pada November 2025 merusak desa mereka. Sejak bencana itu, warga berusaha menjalani kembali kehidupan sehari-hari di tempat yang serba terbatas.

Banjir menghantam kawasan pesisir tempat mereka bermukim. Air laut yang pasang bertepatan dengan hujan deras memperparah situasi. Banyak rumah roboh dan tidak dapat lagi dihuni. Bekas kerusakan masih terlihat di sejumlah titik hingga kini.

Basri kembali melaut untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Pekerjaan sebagai nelayan tetap ia jalani seperti sebelum bencana. Laut menjadi satu-satunya sumber penghasilan yang bisa diandalkan.

“Kalau kekurangan ya banyak di Huntara. Yang dikasi tikar, kipas angin, kompor, alhamdulillah juga sudah dikasi. Terima kasih juga untuk BNPB,” katanya.

BACA JUGA:Di Ambang Perang atau Damai, Negosiasi Amerika Serikat dan Iran di Jenewa Jadi Penentu

Bertahan di tengah keterbatasan

Meski bantuan sudah diterima, kebutuhan dasar belum seluruhnya terpenuhi. Basri mengatakan ia belum memperoleh kasur, dipan, dan lemari yang disebut termasuk dalam paket bantuan bagi warga terdampak banjir.

Ia masih mengingat kondisi desa saat air datang. Bangunan di sepanjang bibir pantai rusak parah, berbeda dengan wilayah di tepi jalan yang terlihat relatif normal.

“Kalau di pinggir jalan ya normal, seperti tidak ada musibah saja. Lihatlah ke pinggiran pantai, hancur semua,” katanya.

Bantuan sembilan bahan pokok baru sekali diterima sejak ia tinggal di Huntara. Warga juga menghadapi keterbatasan fasilitas, terutama ketersediaan air bersih yang masih kurang.

Basri berharap pembangunan rumah permanen segera terealisasi agar warga tidak terlalu lama tinggal di hunian sementara.

“Kekurangan lain, kami kurang air bersih. Kami mohon Pak Presiden melihat kami disini serba kekurangan,” terangnya.

BACA JUGA:Gelar Pahlawan Soeharto Digugat ke PTUN, Warga Kedung Ombo Tagih Janji Ganti Rugi 35 Tahun

Target penyelesaian Huntara

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Letjen TNI Suharyanto, mengatakan pemerintah terus melakukan koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga dalam proses pemulihan pascabencana di Aceh.

“Target kita sebelum lebaran semua Huntara sudah selesai. Kita berjuang terus agar mencapai target dengan mengkoordinasikan lintas kementerian dan lembaga,” terangnya.

Kategori :