Peringatan Dokter! Kebiasaan Vape Bisa Ganggu Kualitas Sperma hingga Program Hamil, Bahkan Operasi Tak Selalu Maksimal

Jumat 27-02-2026,21:00 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Kebiasaan menggunakan rokok elektrik atau vape disebut dapat memengaruhi kualitas sperma dan menurunkan peluang kehamilan. Dampaknya tetap bisa muncul meski seorang pria telah menjalani tindakan medis untuk memperbaiki gangguan kesuburan.

Dokter spesialis urologi RS Windu Husada, dr. I Nyoman Palgunadi, Sp.U, menyampaikan peringatan tersebut melalui unggahan di akun Threads miliknya @dokterspesialisurologi yang dikutip pada Jumat, 27 Februari 2026.

Dalam unggahan itu, Palgunadi membagikan pengalaman saat menangani pasien pria yang sebelumnya menjalani operasi varikokel. Tindakan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas produksi sperma. Namun, hasil pemeriksaan lanjutan belum menunjukkan perubahan signifikan seperti yang diharapkan.

Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, penyebabnya bukan berasal dari prosedur medis yang gagal. Pasien diketahui masih mempertahankan kebiasaan menggunakan vape.

Menurut Palgunadi, anggapan bahwa vape lebih aman dibandingkan rokok konvensional masih banyak dipercaya, terutama oleh pria usia produktif yang sedang menjalani program kehamilan.

BACA JUGA:Konten Spill Skincare Picu Sorotan, Bunga Sartika Umumkan Pengunduran Diri

“Vape kan nggak sejahat rokok, dok,” tulisnya menirukan pernyataan pasien.

Ia menilai pandangan tersebut keliru. Kandungan dalam vape tetap berpotensi menimbulkan dampak buruk terhadap sistem reproduksi pria.

“Uapnya tetap mengandung nikotin dan zat oksidatif. Itu bisa ganggu pembentukan sperma,” tulis dr. Palgunadi.

Nikotin serta zat oksidatif diketahui dapat merusak sel tubuh, termasuk sel yang berperan dalam proses pembentukan sperma. Kerusakan ini dapat memengaruhi berbagai aspek kualitas sperma, mulai dari jumlah yang menurun, pergerakan yang melemah, hingga kualitas keseluruhan yang memburuk.

Kondisi tersebut membuat peluang terjadinya pembuahan menjadi lebih kecil, terutama bagi pasangan yang tengah berupaya memperoleh keturunan.

Operasi varikokel sendiri bertujuan memperbaiki pembuluh darah yang melebar di sekitar testis. Perbaikan aliran darah diharapkan mampu mendukung produksi sperma yang lebih sehat. Meski demikian, Palgunadi menekankan bahwa tindakan medis tidak dapat bekerja optimal jika pasien tetap menjalankan kebiasaan yang merusak.

BACA JUGA:PKS Usul Ambang Batas Parlemen Tetap 4 Persen, Dinilai Paling Aman Jaga Keseimbangan Politik

“Bukan percuma. Tapi seperti memperbaiki AC lalu tetap nyalain kompor di ruangan,” tulisnya.

Ia menjelaskan bahwa perubahan gaya hidup menjadi bagian penting dari keberhasilan terapi kesuburan. Tanpa perubahan tersebut, manfaat tindakan medis bisa terhambat.

Kategori :