Zulhas Minta Fraksi PAN Satu Suara, Isu Pilpres 2029 Ikut Membayangi

Jumat 27-02-2026,12:16 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan mengumpulkan para anggota Fraksi PAN di DPR dalam suasana buka puasa bersama di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis malam, 26 Februari 2026. Di forum itu, ia menekankan satu hal yang berulang kali disampaikan, seluruh legislator harus bergerak dalam satu garis keputusan partai.

Zulkifli mengingatkan bahwa PAN adalah satu organisasi politik yang tidak bisa berjalan dengan sikap berbeda-beda di ruang publik. Pernyataan politik, pengambilan keputusan, hingga respons terhadap isu nasional diminta mencerminkan posisi resmi Dewan Pimpinan Pusat.

“Karena kita satu kesatuan, jangan sampai nanti masing-masing berbeda satu dengan yang lain,” ujar pria yang akrab disapa Zulhas itu usai acara.

Arahan tersebut bukan hanya menyangkut disiplin politik internal. Di saat yang sama, ia meminta kader di parlemen memberi perhatian pada situasi masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri. Para anggota dewan diminta turun langsung memastikan kebutuhan pangan warga tercukupi dan suasana sosial tetap terjaga.

BACA JUGA:Soal Gugatan Cerai Wardatina, Insanul Fahmi Percaya Perasaan Bisa Berbalik

“Jangan sampai ada yang kekurangan, jangan sampai ada masyarakat yang tidak bahagia,” kata Zulhas yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Penekanan pada isu pangan sejalan dengan posisi barunya di kabinet yang menempatkan stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga sebagai agenda utama pemerintah. Di hadapan kader partai, pesan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa kerja politik harus terlihat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Bayang-bayang Wacana Pilpres 2029

Instruksi soal keseragaman sikap muncul di tengah dinamika internal PAN terkait Pemilu 2029. Pada awal Februari, dua politikus PAN menyebut nama Zulkifli sempat dikaitkan sebagai calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto. Wacana itu disebut memunculkan ketidaknyamanan di internal.

Sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut mengatakan PAN dan Zulkifli mendapat teguran dari kalangan Istana karena dinilai terlalu dini berbicara mengenai kontestasi mendatang. Namun, mereka tidak merinci pihak yang menyampaikan teguran itu.

BACA JUGA:Mudik Gratis 2026 Kemenhub Dibuka 1 Maret, Buruan Daftar di Sini

Di ruang publik, sinyal dukungan terhadap Zulkifli memang sudah muncul. Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno secara terbuka menyebut ketua umumnya sebagai figur yang layak diusung dalam pemilihan presiden berikutnya.

“Kalau ditanya hari ini, saya dukung Bang Zulhas,” kata Eddy pada 5 Februari 2026.

Bagi Eddy, mengajukan ketua umum sebagai kandidat dinilai dapat menggerakkan mesin partai sekaligus meningkatkan daya tawar politik PAN.

Menjaga Konsistensi Partai

Kategori :