Masalah utama sebenarnya sama sekali bukan tentang identitas sang pelapor misterius tersebut.
"Masalahnya bukanlah siapa yang mengetuk pintu FIFA di Zurich, Swiss." katanya.
"Masalahnya adalah mengapa pintu itu dibuka sejak awal," tuturnya.
Otoritas sepak bola setempat dituntut bersikap profesional dalam menghadapi krisis kepercayaan ini.
"FAM, seperti badan pemerintahan lainnya, beroperasi dalam lingkungan peraturan yang kompleks." ujarnya.
"Jika ada kesalahan harus dianggap sebagai pelajaran untuk memperkuat sistem dan uji tuntas ke depannya." ungkapnya.
"Fokusnya harus pada penyelesaian masalah melalui jalur hukum yang tepat, menghormati proses di CAS, dan menjaga kredibilitas jangka panjang sepak bola Malaysia," katanya.
Semua pihak diharapkan tetap tenang menunggu hasil akhir proses hukum yang berjalan.