JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Banyak orang mengeluhkan rasa kantuk berlebihan saat menjalani puasa Ramadan terutama ketika harus tetap bekerja atau beraktivitas di kantor sepanjang hari.
Perubahan pola tidur serta jadwal makan yang berbeda dari biasanya sering membuat tubuh terasa lemas, sulit fokus, bahkan mudah mengantuk pada siang hari.
Meski begitu, kondisi ini sebenarnya bisa diatasi dengan beberapa cara sederhana agar puasa tetap lancar tanpa mengganggu produktivitas kerja.
BACA JUGA:ART Indonesia–AS Tetap Jalan di Tengah Putusan Mahkamah Agung AS
Saat berpuasa, tubuh mengalami perubahan ritme karena waktu makan dan minum terbatas hanya saat sahur dan berbuka.
Kurangnya asupan cairan dan perubahan jam tidur menjadi salah satu penyebab utama rasa kantuk muncul lebih cepat dibanding hari biasa.
Selain itu, kebiasaan tidur terlalu larut setelah sahur atau begadang juga membuat tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
Akibatnya, konsentrasi menurun dan pekerjaan terasa lebih berat meskipun beban kerja tidak berubah dari hari sebelumnya.
BACA JUGA:Tawaran Rekonstruksi Gaza Dinilai Menyimpan Jebakan Politik
Beberapa tips sederhana dapat membantu menjaga energi tubuh agar tetap stabil meskipun tidak ada asupan makanan dan minuman selama berjam-jam.
1. Tidur yang cukup dan atur pola istirahat dengan baik.
Usahakan untuk tidur lebih awal pada malam hari agar kebutuhan istirahat tetap terpenuhi meskipun harus bangun sahur lebih dini dari biasanya.
Hindari kebiasaan begadang tanpa keperluan penting karena kurang tidur menjadi penyebab utama rasa kantuk di siang hari saat berpuasa.
BACA JUGA:Iuran USD1 Miliar Belum Dibayar, Indonesia Pilih Kirim 8 Ribu Prajurit ke Gaza
Jika memungkinkan, manfaatkan waktu istirahat siang untuk tidur singkat sekitar dua puluh hingga tiga puluh menit agar tubuh kembali segar.
2. Perhatikan asupan makanan saat sahur.
Pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, serta vitamin agar energi dapat dilepaskan secara perlahan sepanjang hari.