JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Kapal induk Amerika Serikat USS Gerald R. Ford, yang dikenal sebagai kapal induk terbesar di dunia, terpantau memasuki wilayah Laut Mediterania pada Jumat waktu setempat.
Pergerakan kapal perang ini menjadi bagian dari langkah Washington meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah di tengah memanasnya hubungan dengan Iran.
Kapal tersebut melintasi Selat Gibraltar, jalur strategis yang menghubungkan Samudra Atlantik dengan Laut Mediterania. Momen itu terekam dalam foto yang diambil dari sisi Gibraltar saat kapal raksasa tersebut bergerak menuju kawasan operasi baru.
Pengerahan USS Gerald R. Ford dilakukan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan peningkatan kekuatan militer di wilayah tersebut. Langkah ini dipandang sebagai sinyal tekanan politik sekaligus militer terhadap Teheran, di saat upaya diplomasi antara kedua negara masih berlangsung.
Setibanya di kawasan tujuan, kapal induk itu dijadwalkan bergabung dengan USS Abraham Lincoln beserta armada kapal perang pengiring yang lebih dahulu berada di Timur Tengah.
BACA JUGA:Puluhan Korban Jeffrey Epstein Bakal Dapat Kompensasi Rp 591 Miliar
Kehadiran dua kapal induk sekaligus menandai eskalasi signifikan dalam postur militer Amerika Serikat di wilayah yang selama ini menjadi titik rawan konflik geopolitik.
Di Washington, Trump mengakui bahwa opsi militer tetap terbuka apabila perundingan tidak menghasilkan kesepakatan. Pada Jumat waktu setempat, ia menyatakan sedang mempertimbangkan kemungkinan serangan terbatas terhadap Iran.
Sikap tersebut merupakan kelanjutan dari pernyataannya sehari sebelumnya. Pada Kamis, Trump sempat memperingatkan bahwa "hal-hal buruk" dapat terjadi apabila Teheran gagal mencapai kesepakatan dalam tenggat waktu yang awalnya ditetapkan 10 hari. Batas waktu itu kemudian diperpanjang menjadi 15 hari.
Ketika ditanya seorang reporter mengenai kemungkinan langkah militer terbatas, Trump menjawab, "Yang paling bisa saya katakan - saya sedang mempertimbangkannya."
Pernyataan itu muncul di tengah perkembangan diplomasi antara kedua negara. Menteri luar negeri Iran sebelumnya menyampaikan bahwa rancangan proposal kesepakatan dengan Washington hampir rampung, menyusul perundingan yang berlangsung di Jenewa pada awal pekan ini.
BACA JUGA:Keanggotaan RI di Dewan Perdamaian Tuai Kritik, Prabowo Tetap Dorong Solusi Palestina
Pemerintah Iran menyatakan kedua pihak telah sepakat menyiapkan draf perjanjian potensial sebagai tahap lanjutan proses negosiasi. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan dokumen tersebut akan menjadi langkah berikutnya dalam pembicaraan yang masih berlangsung.
"Saya yakin dalam dua atau tiga hari ke depan, itu akan siap, dan setelah konfirmasi akhir dari atasan saya, itu akan diserahkan kepada Steve Witkoff," katanya, merujuk pada negosiator utama Trump untuk Timur Tengah.
Di tengah proses diplomasi yang belum mencapai titik akhir, pengerahan kapal induk terbaru Amerika Serikat memperlihatkan pendekatan ganda Washington. Jalur negosiasi tetap berjalan, namun tekanan militer diperkuat sebagai alat tawar dalam menghadapi Iran.