Pramono Sebut Banjir Jakarta Cepat Surut, Data BPBD Tunjukkan Genangan Masih Bertahan

Sabtu 21-02-2026,06:12 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Gubernur Jakarta Pramono Anung menghabiskan Jumat itu dengan memantau banjir yang sempat merendam ratusan rukun tetangga dan sejumlah ruas jalan utama di Ibu Kota. Dari pemantauan yang ia klaim dilakukan langsung ke lapangan, genangan disebut tidak bertahan lama.

“Dari tadi pagi saya ngurusin banjir. Tapi tidak begitu lama, tidak lebih dari satu setengah dua jam, hampir semua jalan sudah kering,” kata Pramono saat ditemui di Jakarta Selatan, Jumat sore, 20 Februari 2026.

Menurut dia, sejumlah jalur protokol yang sebelumnya dilaporkan terendam sudah kembali normal. Ia menyebut kawasan D.I. Panjaitan, Daan Mogot hingga Pesing telah bebas genangan setelah air surut.

“Sekarang ini, semua jalan termasuk D.I. Panjaitan, Daan Mogot, Pesing, dan sebagainya semuanya sudah tidak terjadi banjir, karena saya kontrol betul ke sana,” ujar dia.

BACA JUGA:Puluhan Korban Jeffrey Epstein Bakal Dapat Kompensasi Rp 591 Miliar

Catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta menunjukkan situasi yang bergerak dinamis sejak pagi. Pada pukul 09.00 WIB, banjir tercatat merendam 90 RT dan enam ruas jalan. Jumlah itu bertambah pada siang hari menjadi 123 RT dan sembilan ruas jalan.

Namun hingga pukul 18.00 WIB, laporan BPBD masih menunjukkan genangan di 127 RT dan enam ruas jalan. Salah satu titik yang masih tergenang adalah Jalan Daan Mogot di kawasan pabrik gelas, Kelurahan Rawa Buaya, Jakarta Barat, dengan ketinggian air sekitar 20 sentimeter.

Perbedaan waktu pencatatan dan kondisi lapangan membuat situasi banjir tampak belum sepenuhnya seragam antara klaim pemerintah daerah dan data kebencanaan.

Kiriman Air dari Hulu

Pramono menilai banjir kali ini lebih banyak dipicu oleh curah hujan tinggi di wilayah hulu. Hujan deras di Tangerang dan Tangerang Selatan menyebabkan volume air yang mengalir ke Jakarta meningkat.

“Memang sekarang ini yang terjadi di Jakarta karena curah hujan tinggi di atas. Itu yang menyebabkan ada beberapa terjadi genangan,” kata dia.

BACA JUGA:Puluhan Korban Jeffrey Epstein Bakal Dapat Kompensasi Rp 591 Miliar

Salah satu titik yang mendapat perhatian adalah Kebon Pala. Kawasan itu sempat dilaporkan terendam hingga 1,5 meter pada Jumat sore. Pramono mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Kepala Dinas Sumber Daya Air untuk menangani kondisi tersebut.

“Tadi saya sudah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Sumber Daya Air,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jakarta mengandalkan pengoperasian pompa di berbagai titik untuk mempercepat penyedotan air. Menurut Pramono, faktor laut yang tidak sedang pasang menjadi keuntungan tersendiri karena aliran air ke hilir tetap lancar.

Kategori :