JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Puasa Ramadhan telah dilaksanakan untuk seluruh umat Muslim di dunia dari waktu imsak hingga terbenam nya matahari dan diakhiri dengan makan-makanan khas berbuka puasa di malah hari.
Hidangan berbuka puasa yang menjadi khas dari bergabai negara Mediterania, bagian Timur Tengah, dan Balkan telah memiliki sebuah makna budaya dan komunal yang mendalam.
Sebagai salah satu hidangan untuk pembuka atau mezze, sudah dirancang agar ringan, bergizi, dan pastinya mudah untuk dicerna setelah seharian berpuasa.
Contohnya seperti Baba Ghanoush yang dimana merupakan salah satu hidangan berbuka puasa yang memiliki rasa gurih dan kaya rasa yang sangat populer selama bulan Ramadhan.
BACA JUGA:Satu Tahun Kepemimpinan, Pramono–Rano Akui 3 Krisis Ini Belum Bisa Teratasi
Pada makanan tersebut berupa saus celup yang berbahan dasar dari terong memiliki aroma asap yang dimana telah dibukan dengan cara memanggang terong hingga menjadi lunak.
Pada hidangan tersebut akan dimakan dengan cara mencampurkan tahini, minyak zaitun, bawang putih, dan lemon.
Selain itu juga ada Hummus, yaitu saus kental dan lembut terbuat dari bahan dasar buncis yang sudah dihaluskan, tahini, bawang putih, dan tambahan perasan lemon.
Pada makanan tersebut kaya akan protein dan lemak sehat, telah disajikan dengan roti pita atau sayuran segar, sehingga sangat mudah untuk dicerna.
BACA JUGA:Puluhan Korban Jeffrey Epstein Bakal Dapat Kompensasi Rp 591 Miliar
Pada kawasan Timur Tengah juga sangat identik dengan hidangan dari dolma, yang telah terdiri dari sayuran seperti daun anggur, zucchini, atau terong yang sudah di isikan dengan campuran sedikit beras, rempah-rempah, dan bumbu yang harum.
Setelah puas menyantap hidangan pembuka, pada masyarakat Mediterania pada biasanya langsung mengeyangkan perut dengan di isi makanan utama yang dimana memberi energi dan nutrisi.
Seperti pada nasi Biryani yang telah dimasak dengan beras basmati, daging, dan rempah-rempah aromatik.
Biryani merupakan salah satu hidangan favorit selama bulan Ramadhan di seluruh Asia Selatan, dikarenakan pada kekayaan rasanya.