JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Presiden Prabowo Subianto menepis anggapan bahwa pemerintah melakukan pembelanjaan secara serampangan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyatakan, dana yang digunakan berasal dari hasil efisiensi anggaran negara yang sebelumnya berpotensi hilang akibat praktik tidak efektif hingga korupsi.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Business Summit bersama US Chamber of Commerce di Washington D.C. pada Rabu 18 Februari 2026 waktu setempat. Dalam forum tersebut, ia menjelaskan bahwa penghematan anggaran justru diarahkan ulang untuk program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
"Saya melakukannya dengan menggunakan penghematan yang kami hasilkan dari inefisiensi dan penyalahgunaan uang negara. Dana yang saya selamatkan itu seharusnya bisa hilang menguap karena korupsi," kata Prabowo, sebagaiman dilansir Jumat, 20 Februari 2026.
"Dana penghematan inilah yang saya alokasikan kembali untuk program-program ini," imbuhnya.
Menurut Prabowo, kebijakan tersebut bukan bentuk pemborosan anggaran. Ia menyebut langkah pemerintah sebagai relokasi sumber daya dari pengeluaran yang kurang produktif menuju program sosial yang lebih terasa manfaatnya.
BACA JUGA:Ambisi Prabowo Bangun 10 Universitas Baru, DPR Peringatkan Pemerintah Fokus Perbaiki Mutu Kampus
"Jadi, saya dituduh belanja secara serampangan. Tidak, ini adalah relokasi sumber daya," ujar dia.
Ia menilai program MBG kini mendapat perhatian internasional. Beberapa bulan setelah implementasi berjalan, lembaga Rockefeller Institute dari Amerika Serikat datang ke Jakarta untuk mempelajari pelaksanaan program tersebut.
Prabowo mengatakan para peneliti menyampaikan penilaian positif terhadap kebijakan itu. Mereka menilai program makan gratis bagi anak-anak merupakan investasi sosial yang memberikan dampak ekonomi besar dalam jangka panjang.
"Mereka memberi tahu saya bahwa ini adalah pilihan paling bijaksana dan investasi terbaik yang bisa dilakukan suatu negara. Karena untuk setiap satu dollar yang dihabiskan untuk makan gratis bagi anak-anak, imbal hasilnya (return) menurut penelitian mereka setidaknya tujuh dollar, bahkan dalam jangka panjang bisa memberikan imbal hasil hingga 35 kali lipat," ungkap Prabowo.
Ia menambahkan, dampak program mulai terlihat di dalam negeri. Sejumlah anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia disebut telah melaporkan peningkatan konsumsi domestik yang mencapai level tertinggi dalam satu hingga satu setengah dekade terakhir.
BACA JUGA:Hore! Usai Protes Warga, Pemprov Jateng Diskon Opsen PKB 5 Persen Mulai April 2026
"Hal ini terjadi karena Program Makan Gratis. Kami sekarang sudah memiliki 23.000 dapur; setiap dapur mempekerjakan 50 orang di desa. Ibu-ibu yang sebelumnya tidak punya penghasilan, kini punya penghasilan," kata dia.
Program tersebut, lanjut Prabowo, juga menciptakan permintaan baru terhadap berbagai komoditas pangan di tingkat desa. Kebutuhan telur, ayam, sayuran, hingga tomat meningkat seiring operasional dapur MBG di berbagai wilayah.
Kondisi itu memberi kepastian pasar bagi petani lokal karena hasil panen mereka terserap secara berkelanjutan. Pemerintah menilai rantai ekonomi desa menjadi lebih hidup melalui perputaran produksi dan konsumsi yang terjadi secara simultan.