JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Skandal yang menyeret nama Jeffrey Epstein kembali memunculkan temuan baru. Dokumen yang baru dibuka sepenuhnya mengungkap dugaan keterkaitan Epstein dengan tanaman beracun. Tanaman itu disebut mampu menghasilkan zat kimia yang dapat memengaruhi kesadaran dan kehendak bebas seseorang.
Dalam rangkaian email yang ditemukan penyelidik, Epstein diketahui pernah menanyakan kepada orang kepercayaannya tentang tanaman Angel's Trumpet atau kecubung hutan. Tanaman ini dikenal sebagai sumber alami skopolamin. Senyawa berbahaya tersebut kerap dijuluki sebagai “napas setan”.
Efek zat yang memengaruhi ingatan
Skopolamin dikenal memiliki dampak kuat terhadap sistem saraf manusia. Zat ini dapat membuat pengguna masuk ke kondisi disosiatif yang ekstrem. Pada dosis tertentu, efeknya tidak hanya memicu halusinasi. Korban juga bisa kehilangan kendali atas keputusan pribadi.
Zat ini dapat menyebabkan hilangnya ingatan jangka pendek. Seseorang menjadi lebih mudah diarahkan dan sulit menolak perintah. Karena efek itu, skopolamin sering disebut sebagai “obat zombie”.
Di beberapa negara, termasuk Kolombia, zat ini dilaporkan sering disalahgunakan untuk tujuan kriminal. Korban diduga dapat dimanipulasi tanpa kesadaran penuh. Mereka bahkan bisa melakukan tindakan tertentu tanpa memahami situasi yang terjadi.
BACA JUGA:Turis Jepang Ditemukan Tewas di Hotel Jakarta Pusat, Polisi Lakukan Penyelidikan
Sulit dideteksi pemeriksaan medis
Lembaga perawatan kecanduan di Inggris pernah memperingatkan bahaya skopolamin. Efeknya disebut menyerupai praktik pengendalian pikiran. Perubahan kondisi mental terjadi cepat dan drastis.
Masalah lain muncul pada proses pemeriksaan. Zat ini dikenal sulit terdeteksi melalui tes toksikologi standar. Kondisi tersebut membuatnya kerap dikaitkan dengan kasus kejahatan seksual.
Skopolamin sering disebut sebagai obat pemerkosaan karena korban kerap tidak mengingat kejadian setelah sadar. Ingatan bisa hilang sebagian atau sepenuhnya. Hal ini membuat pembuktian hukum menjadi lebih rumit.
Jejak dalam dokumen penyelidikan
Dalam dokumen yang kini menjadi bagian dari berkas penyelidikan, Epstein memang tidak secara eksplisit menyebut nama obat tertentu. Namun, arsip tersebut menunjukkan ia menerima artikel yang membahas secara rinci efek skopolamin dan tanaman Angel's Trumpet.
Temuan ini menambah lapisan baru dalam dugaan praktik kriminal yang selama ini dikaitkan dengannya. Penyelidik menilai referensi terhadap zat kimia itu memperkuat kecurigaan adanya metode manipulasi terhadap korban.
BACA JUGA:Donald Trump Blak-blakan Tak Mau Melawan Prabowo, Sebut Pemimpin Kuat dan Dihormati
Jika dugaan tersebut terbukti, penggunaan zat kimia dapat menjelaskan mengapa sejumlah korban sulit mengingat detail kejadian. Kondisi itu juga diduga membuat korban tidak mampu melawan situasi yang mereka alami.
Dokumen terbaru itu kembali membuka pertanyaan mengenai metode yang kemungkinan digunakan untuk mengendalikan para korban.