Prabowo Tawarkan Kampus Asing Buka Cabang di RI, Soroti Kekurangan 140.000 Dokter

Kamis 19-02-2026,16:23 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Presiden Prabowo Subianto memanfaatkan lawatannya ke Amerika Serikat untuk mengajak institusi pendidikan negeri itu memperluas kerja sama dengan Indonesia. Ajakan tersebut disampaikan dalam forum business summit di Gedung U.S. Chamber of Commerce, Washington D.C., Rabu, 18 Februari 2026, di hadapan pelaku usaha dan pemangku kepentingan pendidikan.

Di forum itu, Prabowo menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu agenda strategis pemerintah. Ia mengungkapkan rencana pembangunan 10 kampus baru dan 500 sekolah berkualitas tinggi sebagai bagian dari upaya mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kami mengundang institusi pendidikan asing untuk datang ke Indonesia. Kami membuka kerja sama sektor pendidikan,” kata Prabowo.

Ajakan tersebut bukan kali pertama disampaikan. Sebulan sebelumnya, dalam kunjungan kerja ke Inggris, Prabowo telah lebih dulu mendekati sejumlah kampus ternama. Ia menyebut University of Oxford, University of Cambridge, Imperial College London, dan King’s College London sebagai institusi yang diajak berdiskusi mengenai peluang membuka kerja sama di Indonesia.

BACA JUGA:Pengemudi Penabrak Pagar Rumah Jusuf Kalla Sepakat Ganti Rugi Rp 25 Juta

“Mereka sangat tertarik untuk datang ke Indonesia. Saya juga mengundang institusi Amerika untuk bekerja sama dengan kami di Indonesia,” ujarnya.

Langkah itu memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang ingin menarik kehadiran perguruan tinggi asing untuk terlibat langsung dalam pembangunan sistem pendidikan nasional, termasuk melalui pendirian kampus di dalam negeri.

Selain pendidikan, Prabowo juga menyinggung sektor kesehatan yang dinilai masih menghadapi persoalan mendasar. Ia menyebut Indonesia kekurangan sekitar 140.000 dokter, sementara kapasitas perguruan tinggi dalam negeri saat ini hanya mampu meluluskan sekitar 10.000 dokter setiap tahun.

Dengan angka tersebut, menurut Prabowo, dibutuhkan waktu sekitar 14 tahun untuk menutup kekurangan tenaga medis jika tidak ada langkah baru yang lebih cepat.

BACA JUGA:WFA Berlaku Maret 2026, Pemprov DKI Susun Strategi Atur Arus Mudik Lebaran

“Itu berarti butuh 14 tahun untuk menutup celah tersebut, kecuali ada upaya baru yang nyata. Itu lah alasan saya menciptakan 10 universitas baru ini yang akan berbasis pada STEM dan kedokteran,” ujarnya.

Rencana pendirian kampus baru tersebut diarahkan pada penguatan bidang sains, teknologi, teknik, matematika, serta pendidikan kedokteran. Pemerintah berharap model ini bisa mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga profesional di sektor strategis.

Gagasan menghadirkan kampus asing dengan standar internasional sebenarnya sudah disampaikan Prabowo saat berada di London pada Januari 2026. Dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable di Lancaster House, ia bertemu pejabat pemerintah Inggris dan pimpinan perguruan tinggi untuk membahas kemungkinan pendirian kampus di Indonesia dengan bahasa Inggris sebagai pengantar.

Melalui rangkaian pertemuan di London dan Washington D.C., pemerintah berupaya membangun jejaring pendidikan global sekaligus menarik investasi di sektor kesehatan. Di sisi lain, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengejar ketertinggalan jumlah tenaga medis dan meningkatkan daya saing lulusan perguruan tinggi nasional di tingkat internasional.

Kategori :