Seleksi masuk dirancang ketat dengan kombinasi syarat administratif dan capaian akademik. Calon siswa harus berstatus warga negara Indonesia dan sedang menempuh kelas 9 pada semester genap atau jenjang setara pada tahun berjalan. Usia maksimal ditetapkan 21 tahun per 1 Juli 2026.
Dari sisi akademik, nilai minimal 85 diwajibkan untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika. Selain itu, calon siswa harus memiliki prestasi di bidang sains, teknologi, teknik, atau matematika yang telah melalui kurasi Pusat Prestasi Nasional dan tercatat dalam Sistem Informasi Manajemen Talenta.
BACA JUGA:Sudah Jelas Dilarang, 200 Gedung Koperasi Tetap Berdiri di Lahan Sawah Terlindungi
Dengan kriteria tersebut, Sekolah Garuda diarahkan menjadi pusat pembinaan talenta STEM yang terhubung dengan kebutuhan pendidikan tinggi dan ekosistem riset.
Di satu sisi, skema beasiswa penuh pada tahun pertama menjadi daya tarik utama. Di sisi lain, kebijakan pengurangan porsi bantuan pada tahun berikutnya menandai adanya desain pembiayaan yang lebih berlapis dan melibatkan partisipasi publik. Pendekatan ini menempatkan Sekolah Garuda bukan sekadar program sekolah unggulan, tetapi juga eksperimen kebijakan pendidikan berbasis kolaborasi.