JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Universitas Gadjah Mada mengambil langkah perlindungan terhadap Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UGM, Tiyo Ardianto, setelah mahasiswa tersebut mengaku menerima serangkaian teror dari pihak tak dikenal.
Ancaman muncul tidak lama setelah Tiyo bersama pengurus BEM UGM mengirimkan surat kepada UNICEF terkait kasus bunuh diri siswa di Nusa Tenggara Timur yang disebut tidak mampu membeli perlengkapan sekolah.
Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana, mengatakan pimpinan universitas telah menjalin komunikasi dengan Tiyo menyusul laporan intimidasi yang beredar di ruang publik. Kampus kemudian mengaktifkan mekanisme pengamanan internal untuk memastikan keselamatan mahasiswa yang bersangkutan.
Pimpinan universitas, kata Andi, menugaskan Kantor Keamanan, Keselamatan Kerja, Kedaruratan, dan Lingkungan untuk melakukan pemantauan situasi sekaligus memberikan perlindungan yang dibutuhkan.
"Dan menugaskan Kantor Keamanan, Keselamatan Kerja, Kedaruratan, dan Lingkungan (K5L) untuk melakukan pemantauan dan perlindungan yang diperlukan," ujar Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana dalam keterangan tertulis, Rabu 18 Februari 2026.
BACA JUGA:Sudah Jelas Dilarang, 200 Gedung Koperasi Tetap Berdiri di Lahan Sawah Terlindungi
Ia menegaskan perlindungan tersebut merupakan kewajiban institusi. Menurutnya, universitas memiliki tanggung jawab konstitusional menjaga seluruh civitas akademika dari ancaman dalam bentuk apa pun.
"Pada prinsipnya, atas nama institusi dan berdasarkan konstitusi, UGM berkewajiban melindungi seluruh civitas akademika UGM dari ancaman atau teror yang berasal dari mana pun," tuturnya.
Rangkaian intimidasi
Sebelumnya, Tiyo Ardianto mengungkapkan dirinya mengalami berbagai bentuk teror setelah aktif menyuarakan kasus anak bunuh diri di NTT. Ia mengaku menerima ancaman, mengalami penguntitan, hingga dipotret oleh orang tidak dikenal dalam rentang waktu 9 hingga 11 Februari 2026.
Salah satu ancaman datang melalui pesan singkat dari nomor asing yang berisi intimidasi penculikan.
“Saya mendapat pesan dari nomor tidak dikenal yang mengancam mau menculik,” ucapnya kepada wartawan, Jumat 13 Februari2026.
Selain pesan ancaman, Tiyo juga mengaku sempat diikuti oleh dua orang tak dikenal ketika berada di sebuah kedai pada Rabu, 11 Februari 2026 lalu. Ia menyebut kedua orang tersebut mengawasi dari kejauhan sambil mengambil gambar.
BACA JUGA:Catat! Daftar Aturan Ramadan 2026 di Jakarta, SOTR Dilarang dan 6 Usaha Hiburan Wajib Tutup
"Yang menguntit dan memotret dari jauh dua orang laki-laki dewasa. Tubuhnya tegap dan masih relatif muda," paparnya.
Tiyo mengatakan sempat mencoba mengejar keduanya. Namun orang yang diduga melakukan penguntitan itu menghilang sebelum berhasil diidentifikasi.