Jadwal Ramadhan Sudah Ditentukan! Simak Perbedaan Tanggal 1 Ramadan 1447 H dari Pemerintah dan Muhammadiyah yang Jadi Perbincangan!

Jumat 20-02-2026,15:00 WIB
Reporter : Aan Umilah
Editor : T. Sucipto

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah kini tinggal hitungan hari bagi umat Muslim di Indonesia yang sudah mulai bersiap menyambutnya dengan penuh semangat.

Informasi terkait jadwal awal puasa selalu menjadi perhatian utama karena berpengaruh pada persiapan spiritual serta aktivitas ibadah seperti tarawih dan sahur yang akan dijalankan bersama keluarga.

Meskipun belum semua pihak mengumumkan kepastian tanggal secara resmi, sejumlah lembaga keagamaan dan pemerintah telah mengeluarkan prediksi serta jadwal perkiraan yang bisa dijadikan panduan sementara.

BACA JUGA:Dulu Dipuji dan Dibela, Wardatina Mawa Mendadak Tuai Kritik Gegara Penampilannya

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan secara resmi bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, sehingga umat Islam yang mengikuti kalender tersebut akan memulai puasa sehari lebih awal dari perkiraan lainnya.

Penetapan tanggal ini didasarkan pada metode perhitungan astronomi yang dikenal dengan Hisab Hakiki Wujudul Hilal serta penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal oleh organisasi Muhammadiyah. 

Menurut kalender tersebut, warga Muhammadiyah juga dapat memperkirakan waktu pelaksanaan tarawih pertama akan dimulai pada malam sebelumnya, yakni pada Selasa, 17 Februari 2026 setelah matahari terbenam.

Keputusan ini menjadi acuan bagi banyak komunitas umat Islam yang mengikuti panduan hisab global tanpa harus menunggu hasil pengamatan hilal secara langsung. 

BACA JUGA:Khamenei Tantang Trump, Iran Tegaskan AS Tak Akan Pernah Bisa Hancurkan Republik Islam

Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) memperkirakan bahwa 1 Ramadan 1447 H kemungkinan besar akan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, meskipun hal ini masih harus menunggu penetapan resmi melalui Sidang Isbat.

Sidang isbat sendiri dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026, di mana pemerintah, ulama, serta ahli falak akan bersama-sama menentukan secara pasti apakah hilal sudah terlihat atau belum sebagai dasar penetapan hari pertama puasa.

Metode yang digunakan pemerintah biasanya merupakan kombinasi antara hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan langsung bulan sabit) yang dilakukan di berbagai titik di seluruh Indonesia menjelang akhir bulan Sya’ban.

Kepastian tanggal resmi awal puasa baru akan diumumkan langsung setelah sidang isbat selesai dengan hasil pengamatan hilal yang diakui secara nasional. 

BACA JUGA:Setiap Tahun 60 Ribu Pasien Baru Cuci Darah, Dokter Ungkap Penyebab Utamanya

Sedangkan organisasi keagamaan besar lainnya seperti Nahdlatul Ulama (NU) biasanya mengikuti hasil pengamatan hilal yang dilakukan langsung di lapangan, sehingga prediksi awal puasa mereka cenderung sejalan dengan keputusan pemerintah setelah sidang isbat.

Kategori :