JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Pada kebiasaan tidur larut malam sangat bisa menimbulkan dampak dari kontraproduktif terhadap suatu upaya dari penurunan berat badan, yang dimana pada umumnya mencakup pada penerapan diet yang sehat dan melakukan olahraga secara rutin.
Jika tidur terlalu larut malam akan dapat mengganggu pada jadwal biologis di dalam tubuh.
Hal ini akan berdampak terhadap metabolisme, keseimbangan pada hormon, dan pencernaan.
Pada saat kita tidur larut malam akan dapat mempengaruhi pada penurunan dari berat badan bahkan pada orang yang disiplin mengikuti diet dan berolahraga secara teratur.
BACA JUGA:Banyak yang Salah Paham, Tidak Semua Kecelakaan Ditanggung BPJS Kesehatan
Sekitas pukul 22:30 tubuh secara perlahan akan memasuki fase alami yaitu perlambatan pencernaan.
Jika seseorang tetap terjaga hingga larut malam, tubuh sedang berada pada kondisi stres, yang dimana dapat meningkatkan adanya kadar kortisol.
Kortisol sendiri merupakan hormon stres.
Pada saat di situasi darurat, pada hormon ini dapat membantu tubuh akan merasa lebih berenergi supaya bisa bertindak dengan cepat.
BACA JUGA:18 Tahun Terjebak Kekerasan di Lombok, Perempuan Malaysia Akhirnya Pulang ke Tanah Air
Namun, untuk dapat melakukannya, kortisol pada sementara waktu dapat mengganggu pada proses metabolisme normal.
Pada ketika kortisol sedang tinggi pada malam hari, pada penyimpanan lemak akan menjadi lebih mudah dan pembakaran lemak menjadi lebih lambat.
Metabolisme akan memainkan peran yang sangat penting dalam penurunan dari berat badan.
Metabolisme akan lebih cepat dan teratur dapat mematsikan bahwa tubuh menggunakan kalori alih-alih menyimpannya sebagai lemak.