Bahlil Bidik Senayan dari Papua, Golkar Arahkan Kader Turun Bertarung

Senin 16-02-2026,17:49 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Langkah Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menuju Pemilu Legislatif 2029 sebenarnya bukan keputusan mendadak. Rencana itu sudah lama ia lontarkan dalam berbagai kesempatan, jauh sebelum diumumkan secara terbuka di hadapan kader partai.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji mengatakan keinginan Bahlil menjadi calon anggota DPR RI telah disampaikan sejak tahun lalu, bahkan kemungkinan lebih awal. Ia mengingat momen ketika Bahlil berbicara soal itu saat menghadiri agenda di Papua pada 8 Mei 2025.

“Tidak tiba-tiba juga. Bahlil sudah pernah bicara ini, cukup lama,” kata Sarmuji pada Senin, 16 Februari 2026.

Pernyataan itu menegaskan bahwa keputusan Bahlil bukan sekadar respons situasi politik terkini, melainkan bagian dari rencana jangka panjang untuk memperkuat posisi partai di parlemen.

BACA JUGA:Prabowo Tekankan Hasil Nyata Kebijakan Ekonomi Jelang Lawatan ke AS

Bahlil memastikan akan maju dari daerah pemilihan Papua. Pilihan itu berkaitan dengan kondisi Golkar yang hingga kini belum memiliki wakil dari dapil tersebut di DPR.

Dalam pidatonya di pengukuhan Akademi Partai Golkar di kantor DPP Golkar, Jakarta, Jumat malam, 13 Februari 2026, ia menegaskan fokusnya hanya pada kontestasi legislatif.

“Eh wartawan, kamu jangan tanya-tanya saya mau apa lagi, saya caleg ya. Saya tidak mau berpikir seperti ketua umum partai lain menjadi ini, jadi ini, tidak. Saya caleg,” ujar Bahlil.

Ia menggambarkan kontestasi sebagai arena yang harus dihadapi langsung oleh seorang petarung. Karena itu, menurut dia, kader partai tidak cukup hanya berada di jabatan struktural atau eksekutif tanpa turun ke lapangan.

BACA JUGA:Pernyataan Jokowi Soal UU KPK Lama Dikritik, MAKI Ungkit Peran Pemerintah Saat Revisi

Semua Kader Didorong Maju

Bahlil bahkan menyatakan akan mendorong seluruh kader Golkar untuk ikut menjadi calon legislatif pada masa mendatang, termasuk mereka yang saat ini menjabat sebagai menteri. Baginya, kerja politik harus diukur dari kontribusi nyata dalam menambah kursi partai di DPR.

“Caleg tidak, menteri mau. Bagaimana coba. Tidak bisa, dia harus kerja. Tidak ada jatah-jatahan,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu.

Target yang ia pasang terbilang sederhana namun tegas. Golkar harus menambah jumlah kursi di parlemen pada Pemilu 2029. Ia menilai keberhasilan seorang ketua umum partai tercermin dari capaian elektoral tersebut.

Pada Pemilu Legislatif 2024, Golkar menempati posisi kedua dengan 102 kursi. Perolehan itu terpaut delapan kursi dari PDIP yang mengantongi 110 kursi. Bahlil ingin selisih itu dipangkas, bahkan dilampaui. Papua menjadi salah satu titik yang ingin ia menangkan untuk mendongkrak perolehan kursi partai.

Kategori :