Tanggapi Koalisi Permanen ala Golkar, PDIP Sebut Koalisi Harusnya dengan Rakyat

Senin 16-02-2026,13:21 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menanggapi santai wacana koalisi permanen yang lebih dulu dilempar Partai Golkar. Bagi partai berlambang banteng itu, ikatan yang bersifat tetap justru bukan dengan partai politik, melainkan dengan rakyat.

Pernyataan tersebut disampaikan Hasto di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Ahad, 15 Februari 2026. Di tengah dinamika pembicaraan soal poros kekuatan politik yang ingin dipermanenkan, ia menegaskan posisi PDIP tetap pada garis yang selama ini mereka klaim sebagai basis perjuangan.

“Kalau bagi PDI Perjuangan, kan, koalisi permanen itu dengan rakyat,” ujarnya.

Hasto kemudian mengaitkan sikap partainya dengan perubahan sistem politik setelah runtuhnya pemerintahan Orde Baru di bawah Soeharto. Menurut dia, reformasi telah mengembalikan makna kekuasaan sebagai sesuatu yang bersumber dari rakyat dan dijalankan untuk kepentingan rakyat.

BACA JUGA:Doa Megawati di Tanah Suci, Harap Kerukunan 2 Anaknya dan Soliditas PDIP

Kerangka itu, kata dia, menjadi fondasi yang dipegang PDIP dalam melihat relasi politik. Partai, dalam pandangan Hasto, tidak semata membangun aliansi kekuasaan, tetapi menjaga hubungan yang lebih permanen dengan basis pemilihnya.

Di sisi lain, ia tidak menutup mata bahwa konfigurasi politik nasional selalu berubah. Peta kekuatan partai bisa bergeser seiring kepentingan dan momentum yang berbeda.

Dari situ, kerja sama antarpartai tetap mungkin terjadi. Namun, bagi PDIP, kerja sama itu bersifat situasional dan bukan dalam format pengikatan jangka panjang.

“Tapi kalau ada suatu partai menggagas kerja sama permanen, PDIP tidak mencampuri kedaulatan partai lain,” kata Hasto.

Golkar Dorong Koalisi Tetap

Wacana koalisi permanen sebelumnya muncul dari Partai Golkar. Usulan itu mengemuka dalam Rapat Pimpinan Nasional I partai yang digelar pada Sabtu, 20 Desember 2025.

Partai yang kini dipimpin Bahlil Lahadalia tersebut terus menjalin komunikasi dengan partai-partai pendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Langkah itu ditempuh untuk merajut kesepahaman menuju pembentukan koalisi yang lebih stabil dalam jangka panjang.

BACA JUGA:Geger! Ada Lab Sabu Rahasia di Apartemen Sunter, Jaringan Narkoba Iran–Indonesia Terbongkar

Di tengah upaya Golkar mengonsolidasikan kekuatan politik pemerintahan, respons PDIP menunjukkan pilihan jalan yang berbeda. Partai itu tidak menutup peluang kerja sama, tetapi menolak mengikatkan diri dalam format koalisi permanen.

Sikap tersebut sekaligus menegaskan posisi PDIP yang mencoba tetap berada pada narasi ideologisnya, di saat peta koalisi pemerintahan bergerak menuju pola yang lebih terkonsolidasi.

Kategori :