JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Dari pakar kesehatan jiwa sudah mengungkapkan bahwa ada faktor-faktor yang sangat bisa memicu keinginan untuk bunuh diri pada remaja.
Dr. dr. Nova Riyanti Yusuf, Sp.KJ sudah menyampaikan bahwa pada hal ini ada empat faktor.
Faktor tersebut yaitu keputusasaan, kebutuhan akan rasa memiliki atau menjadi bagian dari sesuatu, beban, dan kesepian.
"Tidak satu faktor saja yang membuat seseorang memutuskan untuk melakukan tindakan bunuh diri" ucap Dr. dr. Nova Riyanti Yusuf, Sp.KJ.
BACA JUGA:Kasus Pembunuhan Pelajar SMP di Eks Kampung Gajah, Pelaku Pakai HP Korban Sebarkan Isu Penculikan
Pada anak-anak maupun remaja yang hidup dengan adanya dukungan sumber daya minimal, menurut nya, bahwa sangat ada kemungkinan akan merasa menanggung beban berat dan menjadi kehilangan harapan.
Pada lingkungan keluarga yang sangat menginginkan sang anak untuk dapat memenuhi ekspetasi orang tua juga sangat bisa menimbulkan beban pada anak.
Pada kasus bunuh diri anak yang berada di wilayah Nusa Tenggara Timur, Dr. dr. Nova Riyanti Yusuf, Sp.KJ mengemukakan, anak yang tinggal di desa merasa tidak bisa menjadi bagian dari anak-anak seusia mereka karena merasa tidak bisa menggapai apa yang dimiliki oleh anak-anak di kota.
Menurut nya, akan ada tekanan akibat tidak bisa memiliki sesuatu apa yang orang lain miliki.
BACA JUGA:Remaja 14 Tahun Tewas di Bandung Barat, Polisi Ungkap Motif Dendam Putus Pertemanan
Hal tersebut sangat bisa membuat remaja menganggap pada mengakhiri hidup sebagai pilihan dari jalan keluar yang bisa mereka tempuh.
Sangat perlu untuk menyediakan layanan konseling bagi remaja di sekolah.
Hal tersebut untuk dapat mencegah terjadi nya bunuh diri.
Pada kapasitas dari guru-guru konseling di sekolah masih perlu untuk di tingkatkan lagi, agar mereka bisa dapat membantu untuk meringankan tau mengatasi pada masalah-masalah yang telah dikhawatirkan bisa dapat memicu keinginan pada remaja untuk mengakhiri hidup.