Daftar ini mencakup Thom Haye, Eliano Reijnders, hingga penyerang muda Rafael Struick.
Pemain lain seperti Jordi Amat, Mauro Zijlstra, Shayne Pattynama, dan Dion Markx juga mengambil langkah serupa.
Keputusan ini tentu menimbulkan beragam reaksi terkait masa depan pengembangan kualitas mereka.
Simon melihat adanya kebutuhan untuk menyeimbangkan talenta lokal dan pemain keturunan.
BACA JUGA:Pedas! Mantan Pelatih Real Madrid Ini Nilai CR7 Cuma 'Atlet', Gak Punya Sihir Seperti Messi..
Ia mengingatkan pentingnya peran pelatih dalam membentuk mentalitas generasi penerus.
"Naturalisasi campur dengan timnas di sini. Sekali lagi, Indonesia besar ada banyak bakat di sini. Sekarang saya mau memberi pesan kepada pelatih-pelatih yang mulai dengan anak-anak muda." jelasnya.
Pesan ini menjadi alarm agar pembinaan usia muda tidak terabaikan begitu saja.
Etika dan perilaku pemain senior akan menjadi contoh bagi anak-anak kecil.
BACA JUGA:Pedas! Mantan Pelatih Real Madrid Ini Nilai CR7 Cuma 'Atlet', Gak Punya Sihir Seperti Messi..
Generasi muda selalu mengamati tindak-tanduk idola mereka di lapangan hijau.
"Saya ajak mereka main bola, mereka mempengaruhi anak-anak 12, 13 (tahun)." sebutnya.
"Jangan sampai mereka lihat contoh tidak bagus." tegasnya.
Meskipun begitu, tidak semua pemain naturalisasi meninggalkan kompetisi benua biru.
BACA JUGA:Barca Diobok-Obok Atletico 4-0, Legenda Barcelona Ungkit Sejarah Comeback 'Remontada' di Camp Nou:
Masih ada pilar penting Timnas Indonesia yang bertahan di level tertinggi Eropa.