"Polisi melihat itu, yang kena. Teman-teman di Makkah dan Madinah, dikira jualan," katanya.
Ia bahkan menyebut beberapa rekannya sempat ditahan karena kesalahpahaman tersebut. "Dipenjara 3-4 hari perkara niatnya hanya mau mewakafkan mushaf," kata Randy yang sudah lima tahun bekerja sebagai pemandu perjalanan ibadah.
Selain soal mekanisme penyaluran, Randy juga menyoroti harga wakaf mushaf yang ditawarkan. Ia menyebut biaya yang dipatok mencapai 80 riyal atau sekitar Rp330.000 per mushaf.
"Dia bilang, harganya naik dua kali lipat. Itu perkara dia sudah tidak bisa memborong di pabrik," kata Randy Permana.
Menurut Randy, Taqy menjelaskan kenaikan harga terjadi karena pembelian harus dilakukan melalui toko, bukan langsung dari pabrik. Harga di toko disebut berada pada kisaran 40 hingga 50 riyal per mushaf.
BACA JUGA:Pengakuan Mengejutkan Saksi Kunci, Rekaman CCTV Inara Rusli Diduga Sempat Mau Dijual
"Jadi mau tidak mau dia beli di toko, yang di mana harga di toko rata-rata 40-50 riyal. Makanya dia mengatakan harga naik dua kali lipat," ujarnya lagi.
Randy kemudian mencoba menghitung selisih harga tersebut. Ia memperkirakan harga rata-rata mushaf sekitar 40 riyal. Dengan asumsi kurs Rp4.500 per riyal, nilai satu mushaf berkisar Rp180.000.
"Mushaf kurang lebih kita ambil yang rata-rata toko jual 40 riyal kali dengan kurs saat ini kita ambil kurs Rp4.500," kata Randy Permana.
Perhitungan itu membuatnya menyayangkan adanya dugaan keuntungan yang diambil dari program wakaf. Ia menilai selisih harga cukup besar jika dibandingkan dengan biaya yang dibebankan kepada donatur.
"Untungnya dia itu Rp150.000 kalikan aja dengan yang dia sebut 2.000 mushaf. Rp300 juta sendiri dia dapat dalam sekali berangkat," kata Randy Permana.
Meski demikian, Randy menegaskan bahwa praktik jasa titip penyaluran wakaf sebenarnya lazim dilakukan oleh para muthowif di Tanah Suci. Tambahan biaya dinilai wajar selama masih dalam batas rasional untuk menutup ongkos operasional.
BACA JUGA:Stress Umur 20an Bingung Mau Jadi Apa? Tenangkan Pikiran, Itu Namanya Quarter-Life Crisis
"Mungkin (lebih) Rp10.000 per mushaf atau apa. Ya itu wajar karena karena ada ongkos dari tempat kita ke masjid, terus dari masjid kita ngangkat-ngangkat lagi atau apa itu sudah biasa," kata Randy Permana.
"Tapi bukan sampai Rp150.000," imbuhnya heran.
Di akhir pernyataannya, Randy menyampaikan nasihat kepada Taqy agar kegiatan wakaf tetap dijalankan sebagai sarana ibadah, bukan peluang bisnis.