JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Informasi mengenai pencairan Tunjangan Hari Raya atau THR 2026 kembali menjadi perhatian aparatur sipil negara. Kepastian soal jadwal pencairan dinilai penting, terutama menjelang datangnya bulan Ramadhan yang kemudian diikuti perayaan Idul Fitri tahun depan.
Pemerintah hingga kini belum menetapkan secara resmi awal Ramadhan 1447 Hijriah maupun tanggal Lebaran 2026. Meski begitu, jadwal hari libur nasional dan cuti bersama Idul Fitri telah lebih dahulu ditetapkan melalui Surat Keputusan Bersama tiga menteri.
Dalam keputusan tersebut, libur nasional Idul Fitri ditetapkan pada 21 dan 22 Maret 2026. Adapun cuti bersama berlangsung pada 20, 23, dan 24 Maret 2026. Penetapan ini menjadi acuan awal bagi masyarakat dalam merencanakan aktivitas selama periode Lebaran.
Di sisi lain, Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada 18 Februari 2026. Organisasi tersebut juga menetapkan 1 Syawal atau Idul Fitri pada 20 Maret 2026.
Pertanyaan yang kemudian muncul di kalangan ASN ialah kapan THR akan mulai dicairkan.
BACA JUGA:Simpang Siur Penonaktifan PBI BPJS, Komunikasi Pemerintah Dianggap Kacau
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan anggaran THR telah disiapkan pemerintah. Dana tersebut direncanakan disalurkan menjelang Ramadhan agar daya beli masyarakat meningkat sejak awal periode puasa.
“Sudah pasti nanti. Tapi saya tidak tahu tanggal pastinya yang jelas. Di awal-awal puasa kita harapkan sudah bisa kita salurkan,” kata Purbaya, dikutip Jumat 13 Februari 2026.
Menurut dia, percepatan belanja negara menjadi salah satu strategi fiskal utama pemerintah pada awal tahun. Penyaluran THR dipandang sebagai instrumen untuk menjaga perputaran ekonomi tetap bergerak.
Pemerintah berharap likuiditas masyarakat meningkat lebih cepat sehingga konsumsi rumah tangga ikut terdorong. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sejak awal tahun anggaran.
“Jadi kita keluarkan semua belanjanya mungkin di bulan pertama untuk memastikan bahwa momentum pertumbuhan ekonomi masih akan berkelanjutan,” ujar Purbaya.
BACA JUGA:Hore! Diskon Tiket 30 Persen untuk Mudik Lebaran 2026, KAI Tambah 660 Ribu Kursi
Untuk pembayaran THR ASN, TNI, dan Polri pada 2026, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp 55 triliun. Selain itu, sejumlah program stimulus juga disiapkan secara paralel, antara lain percepatan program Makan Bergizi Gratis, rehabilitasi pascabencana, serta tambahan paket stimulus ekonomi.
Total belanja negara pada awal 2026 diproyeksikan mencapai Rp 809 triliun. Pemerintah mempertahankan kebijakan fiskal yang ekspansif guna mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dari asumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
“Pertumbuhan ekonomi kita di APBN tahun ini 5,4 persen, tapi saya akan coba dorong ke arah 6 persen. Saya bayarnya dari situ,” kata Purbaya.