Dampak kebijakan juga dirasakan kelompok lanjut usia. Seorang lansia berusia 90 tahun di Depok menunda kontrol paru-paru, sementara Sarjono (74) di Wirobrajan, Yogyakarta, mengalami kesulitan melakukan kontrol jantung rutin.
BACA JUGA:Jalan Rusak Makan Korban, Menteri hingga Wali Kota Terancam 5 Tahun Penjara
Sorotan Pakar atas Komunikasi Kebijakan
Perdebatan antara pemerintah pusat dan daerah dinilai mencerminkan persoalan komunikasi kebijakan publik. Pakar Kebijakan Publik Universitas Padjadjaran, Yogi Suprayogi, menilai masalah utama terletak pada lemahnya komunikasi pemerintah kepada masyarakat.
"Buruk banget (komunikasinya)," ucap Yogi, Kamis 12 Februari 2026.
Ia mencontohkan pengalaman pekerja rumah tangganya yang tiba-tiba tidak dapat menggunakan BPJS saat hendak melakukan kontrol kehamilan.
"Saya melihat realitas yang sopir saya dengan yang babysitter anak saya itu, sebenarnya enggak (ada masalah), kan tinggal bayar Rp 35.000 ya kan, berubah dari yang bayar untuk sopir saya dengan istrinya itu kasusnya karena dia bekerja dengan saya, dia dapat gaji bulanan dari saya, Rp 35.000 itu kecil, saya enggak keberatan (memberikan tambahan)," ucap dia.
Menurut Yogi, persoalan utama bukan pada besaran iuran, melainkan ketiadaan mekanisme transisi serta minimnya pemberitahuan kepada masyarakat sebelum kebijakan diberlakukan.
BACA JUGA:Anak Buron Riza Chalid Jalani Sidang Tuntutan Kasus Minyak Mentah
Pandangan serupa disampaikan pakar kebijakan publik Universitas Indonesia, Lina Miftahul Jannah. Ia menilai masalah muncul karena perubahan status kepesertaan terjadi secara mendadak.
"Memang masalah utamanya adalah tiba-tiba hilang," imbuh dia.
Lina menilai pemerintah seharusnya menyampaikan informasi kebijakan secara terbuka sejak awal. Publik justru mengetahui perubahan tersebut setelah muncul kasus penolakan layanan kesehatan, bukan melalui pengumuman resmi.
"Nah, sehingga kemudian kembali lagi, saya inginnya pemerintah untuk segala hal jangan dadakan. Jadi, diinformasikan lebih dulu sehingga kemudian semua orang itu mendapatkan informasi dengan baik," imbuh dia.