Ressa Belum Siap Panggil Denada Ibu Meski Sudah Diakui, Ungkit Luka Lama dan Syarat Damai

Jumat 13-02-2026,10:27 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

Pihak Ressa menyebut orang tua asuhnya datang dengan niat baik. Namun mereka dikabarkan dibiarkan menunggu di luar dan tidak diizinkan masuk. Situasi itu bahkan berujung laporan polisi dan somasi.

"Yang men-trigger saya mengajukan gugatan ini bukan soal angka, tetapi tindakan Denada yang saya pandang sudah betul-betul menzalimi harkat dan martabat orang tua saya. Ketika orang tua saya datang ke Jakarta enggak dibukakan pintu, malah dilaporkan ke polisi dan disomasi sama ibunya. Kan lucu?" tutur Ronald.

BACA JUGA:Panas! Sule Singgung Aset Mantan Istri yang Hilang di Tengah Kisruh Ahli Waris dengan Teddy Pardiyana

Ressa menilai peristiwa itu menjadi titik balik. Ia merasa harga diri keluarganya tersentuh. Gugatan hukum pun ditempuh sebagai jalan yang tersedia.

Syarat Damai dan Permintaan Maaf Terbuka

Meski perkara perbuatan melawan hukum masih berjalan, pintu damai disebut tetap terbuka. Namun ada syarat yang diajukan.

Pihak Ressa meminta permohonan maaf secara langsung dan terbuka dari Denada. Permintaan maaf itu ditujukan kepada Ressa serta kedua orang tua asuhnya. Mereka menilai pengakuan lewat media sosial atau pesan WhatsApp tidak bisa menggantikan tatap muka.

"Sang Haq (Tuhan) saja Maha Pemaaf, masa kita makhluk-Nya enggak bisa? Saya membuka pintu lebar-lebar untuk memaafkan, asalkan Denada betul-betul mengakui kalau memang itu dari hati," tambah Ronald.

Bagi Ressa, penyelesaian tidak semata soal administrasi hukum. Ia menginginkan pemulihan relasi yang jujur dan setara.

BACA JUGA:Jerry Aurum Kaget Dengar Video Pengakuan Denada Soal Ressa

Dukungan Publik Jadi Penguat

Di tengah proses hukum yang berjalan, Ressa mengaku bersyukur atas dukungan masyarakat. Simpati warganet ia rasakan sebagai energi positif.

"Alhamdulillah, alhamdulillah," ujar Ressa singkat saat menanggapi kemudahan-kemudahan yang ia peroleh belakangan ini.

Ronald menilai dukungan yang muncul bersifat organik. Ia melihat publik semakin kritis dalam membaca persoalan keluarga figur publik. Menurut dia, keterbukaan informasi menjadi modal penting agar masyarakat dan majelis hakim dapat menilai perkara ini secara jernih.

Pengakuan yang datang setelah dua dekade memang membuka fakta baru. Namun bagi Ressa, pengakuan saja belum cukup. Yang ia cari adalah kehadiran, tanggung jawab, dan keberanian untuk meminta maaf secara langsung.

Kategori :