Selain soal kebangsaan, peserta juga dibekali materi mengenai perkembangan teknologi. Nezar Patria memberikan paparan khusus tentang tantangan independensi pers di era digital serta pemanfaatan Akal Imitasi atau AI dalam dunia jurnalistik.
Meneguhkan Peran Pers di Tengah Perubahan Zaman
Dalam keterangan resmi yang dikutip dari situs Kementerian Pertahanan, retret PWI tahun ini mengusung tema besar yang menekankan pentingnya pers yang profesional, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan untuk ketahanan informasi, demokrasi, serta keamanan nasional.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menilai kegiatan semacam ini penting dilakukan di tengah derasnya arus informasi dan dinamika sosial politik yang terus berubah.
BACA JUGA:Gerindra Nilai Kepuasan 79,9 Persen Atas Kinerja Prabowo Jadi Bahan Evaluasi Pemerintah
Menurut Sjafrie, retret bukan hanya soal pelatihan teknis, tetapi juga ruang untuk merenungkan kembali posisi pers dalam kehidupan berbangsa.
“Dalam konteks ini, pers yang profesional, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan menempati posisi strategis sebagai mitra negara dalam memperkuat persatuan dan keutuhan bangsa,” kata Sjafrie.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu membangun kesadaran bahwa wartawan memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas informasi. Di era media sosial yang sering memunculkan kabar simpang siur, jurnalis dituntut semakin matang dan bertanggung jawab.
Bagi PWI, retret di Rumpin menjadi langkah nyata untuk menyiapkan anggotanya menghadapi tantangan itu. Empat hari hidup dengan disiplin ala militer, mendengar paparan dari para pejabat, dan berdiskusi soal masa depan pers diharapkan menjadi bekal penting bagi para wartawan ketika kembali ke ruang redaksi masing-masing.