Hati-hati! Dikira Aman karena Musim Hujan, Ternyata Sinar UV Masih Mengintai, Ini Alasan Sunscreen Tak Boleh Ditinggalkan

Jumat 06-02-2026,15:01 WIB
Reporter : Aan Umilah
Editor : Tyo Sulistio

BACA JUGA:KPK Periksa Mantan Bos Pertamina Nicke Widyawati dalam Kasus Dugaan Suap Jual Beli Gas

Radiasi UVB berpotensi menyebabkan kulit terbakar dan bahkan memberi risiko lebih tinggi terkena kanker kulit.

Walaupun intensitas sinarnya tidak terasa panas, risiko kerusakan ini tetap ada dan tidak boleh diremehkan.

4. Pentingnya Memilih SPF yang Tepat

Tidak ada perbedaan sunscreen khusus antara musim hujan dan kemarau dalam hal fungsi dasarnya.

BACA JUGA:Outlook Utang Indonesia Jadi Negatif, Moody’s Soroti Risiko Belanja Sosial

Sunscreen dengan minimal SPF 30 dan label proteksi terhadap UVA harus selalu digunakan.

Selain itu, perlu diaplikasikan ulang setiap beberapa jam untuk memastikan perlindungan tetap optimal.

Memilih sunscreen bertekstur ringan juga akan membantu kenyamanan pemakaian saat cuaca lembap di musim hujan .

5. Hujan Tidak Membuat Kulit Kebal Paparan Matahari

BACA JUGA:KPK Periksa Mantan Bos Pertamina Nicke Widyawati dalam Kasus Dugaan Suap Jual Beli Gas

Walaupun artikel-artikel lain menekankan kemunduran penggunaan sunscreen saat hujan, faktanya tetap sama:

Paparan sinar matahari tidak hilang ketika langit mendung atau hujan turun, sehingga kulit tetap terekspos.

Kebiasaan memakai sunscreen setiap pagi adalah bagian dari rutinitas perawatan kulit yang harus konsisten.

Perlu diingat bahwa cuaca mendung tidak akan menghentikan gelombang sinar UV memasuki permukaan kulitmu setiap saat.

Kategori :