“Tidak ada opsi lain, dan faktanya adalah BoP ini yang menjadi bagian dari solusi untuk menghentikan gencatan senjata, walaupun sampai sekarang masih dilanggar oleh Israel,” ucap Dino.
BACA JUGA:PAN Tegas Pasang Badan Dukung Prabowo 2 Periode
Fokus Diskusi pada Isu Palestina
Sugiono menambahkan, pembahasan utama dalam pertemuan memang lebih banyak berkisar pada dinamika internasional, khususnya konflik di Timur Tengah dan posisi Indonesia di dalamnya. Para mantan menteri luar negeri, kata dia, memberikan masukan berdasarkan pengalaman panjang mereka dalam diplomasi global.
Namun dari seluruh pembicaraan itu, tidak ada satu pun yang mengarah pada kritik terhadap kebijakan atau kinerja Kementerian Luar Negeri saat ini. Sugiono justru melihat forum tersebut sebagai ajang bertukar pikiran yang sehat antara pemerintah dan para diplomat senior.
Keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace memang sempat memunculkan beragam respons di dalam negeri. Sebagian kalangan mempertanyakan langkah tersebut, sementara pihak lain menilai keanggotaan Indonesia penting untuk memperkuat peran diplomasi Indonesia dalam isu Palestina.
Meski begitu, dari hasil pertemuan di Istana, para tokoh diplomasi yang hadir pada akhirnya dapat menerima penjelasan Prabowo. Pemerintah meyakini langkah itu merupakan bagian dari upaya mencari solusi damai yang lebih efektif bagi rakyat Palestina.
BACA JUGA:Adies Kadir Jadi Hakim MK, Banjir Kritik Proses Kilat DPR
Dengan dialog terbuka bersama para mantan menteri luar negeri, Prabowo dan jajaran pemerintah ingin memastikan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia tetap berada di jalur yang tepat, sejalan dengan kepentingan nasional dan prinsip perdamaian dunia.