Adies Kadir Jadi Hakim MK, Banjir Kritik Proses Kilat DPR

Kamis 05-02-2026,18:12 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Adies Kadir resmi dilantik sebagai hakim Mahkamah Konstitusi pada Kamis, 5 Februari 2026. Pelantikan itu berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta dan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Namun, pengangkatan Adies sebagai hakim konstitusi usulan DPR langsung menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan. Banyak pihak menilai proses pemilihannya berjalan terlalu cepat, tertutup, dan minim transparansi.

Seusai mengucapkan sumpah jabatan, Adies dihujani pertanyaan oleh wartawan mengenai gelombang kritik tersebut. Alih-alih memberi penjelasan panjang, ia memilih menghindar. “Itu bisa ditanyakan ke DPR, ya,” kata mantan politikus Partai Golkar itu singkat.

Adies menegaskan dirinya hanya mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan DPR. Menurut dia, seluruh tahapan pencalonan telah dilalui sesuai aturan, termasuk fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR.

BACA JUGA:Dokumen Baru Ungkap Dugaan Perdagangan Anak Turki dalam Kasus Jeffrey Epstein

Keputusan untuk mengangkat dirinya, kata Adies, juga sudah disahkan melalui rapat paripurna DPR. Karena itu, ia merasa tidak pada posisi menjawab polemik yang muncul di publik. “Nanti silakan tanya ke pimpinan Komisi III dan pimpinan DPR saja, saya cuma mengikuti proses yang dilakukan oleh DPR,” ujarnya.

Adies resmi menggantikan Arief Hidayat yang memasuki masa pensiun sebagai hakim konstitusi pada awal Februari 2026. Pergantian itu seharusnya berjalan biasa saja, tetapi dinamika di DPR justru membuat prosesnya menjadi perhatian luas.

Jejak Pemilihan yang Berliku

Sebelum nama Adies muncul, DPR sebenarnya sempat memilih calon lain. Pada Agustus 2025, Komisi III DPR menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap Inosentius Samsul yang saat itu menjabat Kepala Badan Keahlian DPR.

Setelah proses seleksi, DPR bahkan sudah menetapkan Inosentius sebagai pengganti Arief Hidayat. Namun keputusan itu belakangan dibatalkan tanpa penjelasan memadai. Pembatalan mendadak inilah yang kemudian memunculkan tanda tanya besar.

BACA JUGA:Muncul ke Publik, Adik Denada Bicara Sosok Ayah Biologis Ressa

Beberapa bulan kemudian, nama Adies Kadir justru menguat dan akhirnya dipilih secara kilat. Proses yang cepat dan terkesan tergesa-gesa membuat banyak kalangan mempertanyakan independensi dan objektivitas DPR.

Menjelang uji kelayakan, Adies tercatat masih menjadi kader Partai Golkar dan memegang jabatan sebagai pimpinan DPR. Ia kemudian mundur dari keanggotaan partai serta jabatannya di DPR untuk memenuhi syarat pencalonan sebagai hakim konstitusi.

Rekam Jejak Kontroversial

Pengangkatan Adies juga tidak lepas dari rekam jejaknya selama menjadi anggota DPR yang kerap memicu polemik. Salah satu yang paling diingat publik adalah pernyataannya tentang rencana kenaikan gaji anggota DPR pada 2025.

Kategori :