Terkadang, "lotre" genetik ini menghasilkan komposisi fitur wajah yang kebetulan sama persis dengan orang lain di belahan dunia berbeda.
Gen-gen yang menentukan bentuk mata atau hidung bisa muncul kembali pada individu lain tanpa adanya ikatan darah sedikitpun.
BACA JUGA:Bukan Sekadar Bersisik! Mengapa Salak Layak Jadi 'Superfood' di Meja Makanmu?
3. Gaya hidup dan faktor lingkungan
Kebiasaan sehari-hari seperti pola makan dan kualitas tidur ternyata berdampak besar pada penuaan dan pembentukan karakter wajahmu.
Ekspresi yang sering kamu lakukan seperti cara tersenyum atau mengerutkan dahi akan membentuk otot wajah dengan cara yang khas seiring berjalannya waktu.
Jika ada orang lain yang memiliki rutinitas dan lingkungan hidup serupa, wajah kalian bisa berevolusi menjadi makin mirip.
BACA JUGA:Bukan Sekadar Manis! Ini 5 Khasiat 'Sakti' Manggis, Si Ungu yang Ampuh Libas Lemak Hingga Kanker
4. Ketidaksimetrisan wajah
Wajah manusia secara alami tidak ada yang seratus persen simetris sempurna antara sisi kiri dan sisi kanannya.
Namun, ketidaksempurnaan ini justru bisa menjadi celah yang membuatmu terlihat mirip orang lain saat dilihat dari angle spesifik.
Foto atau pandangan sekilas sering kali menipu mata kita karena hanya menangkap sebagian profil wajah saja.
BACA JUGA:Otot Kencang Tanpa Kantong Bolong! Intip 5 Sayuran Murah dengan Protein 'Turbo' Pengganti Daging
5. Akibat efek visual dan pandangan otak
Sistem saraf kita memang dirancang untuk mengenali wajah dengan cepat tanpa memproses seluruh detail kecilnya satu per satu.
Otakmu sering kali "mencocokkan" fitur dominan seperti bentuk alis atau bibir dengan ingatan tentang wajah orang lain yang sudah dikenal.
Bias kognitif ini membuat kita merasa dua orang itu kembar, padahal sebenarnya hanya memiliki beberapa fitur kunci yang sama.