JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Presiden Republik Indonesia yaitu Prabowo Subianto telah mengungkapkan banyak pada pengelolaan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sangat tidak efesien.
Hal ini telah merugikan negara sejak dahulu.
Pada pemerintahannya untuk membentuk BPI Danantara adalah sebagai pengelola utama dari kekayaan negara dalam bentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Awal mula nya Presiden RI yaitu Prabowo Subianto telah mengungkapkan bahwa negara telah mengumpulkan semua pengolaan dari manajemen dalam satu pengelolaan manajemen dalam satu pengelola senilai US$ 1 triliun.
BACA JUGA:Pidato di Sentul, Prabowo Pede Sebut MBG Berhasil 99,99 Persen
"Saya sudah menghimpun semua kekuatan milik negara dalam 1 manajemen dalam satu pengelolaan yang nilainya US$ 1 triliun. Lengkapnya US$ 1.040 miliar asset under management" ucap Presiden RI Prabowo Subianto di Rakornas Kepala Daerah 2026 di SICC Sentul, Jawa Barat.
Presiden RI Prabowo Subianto telah menyebut bahwa pada sebelumnya pada pengelolaan BUMN telah terbagi ke masing-masing perusahaan.
Oleh sebab itu, dibentuklah Danantara untuk dapat mengelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Tadinya terpecah-pecah dalam 1.040 perusahaan. Bayangkan nggak? Siapa yang bisa manage 1.000 perusahaan? Ini akal-akalan" tegas Prabowo.
BACA JUGA:Prabowo Akui Elite Negara Masih Mengecewakan
Prabowo Subianto telah menekankan bahwa bagi pemimpin-pemimpin dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sudah ketahuan melakukan akal-akalan akan di sikat.
Prabowo Subianto menyindir kalau tidak mau bertanggung jawab makan kedepannya akan dipanggil oleh pihak dari Kejaksaan Agung.
"Saya katakan pimpinan-pimpinan BUMN yang dulu harus bertanggung jawab jangan enak-enak aja kau. Siap-siap kau dipanggil Kejaksaan" ucap Prabowo.
Pada penekanan peringatan ini bukan cuma omong-omong kosong saja.