JAKARTA, PostingNews.id — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kritik terbuka terhadap kinerja elite pemerintahan Indonesia. Ia menilai masih banyak pejabat dan pemegang kekuasaan yang belum menjalankan tugasnya secara maksimal, sehingga pengelolaan kekayaan negara belum berjalan sebagaimana mestinya.
Pengakuan itu disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026. Forum besar tersebut digelar oleh Kementerian Dalam Negeri dan dihadiri ribuan pejabat dari seluruh Indonesia.
Di hadapan para kepala daerah dan pimpinan lembaga negara, Prabowo berbicara lugas. Ia mengatakan tidak ada gunanya menutup-nutupi kenyataan bahwa masih banyak kelemahan dalam tubuh penyelenggara negara.
“Kita harus akui bahwa elite Indonesia masih mengecewakan, masih kurang dalam tugasnya menjaga dan mengelola kekayaan bangsa Indonesia,” kata Prabowo dalam rapat tersebut.
Menurut Prabowo, masalah itu tidak hanya terjadi di satu sektor saja. Hampir semua unsur pimpinan di berbagai lembaga dinilai belum menunjukkan performa yang diharapkan masyarakat.
Ia menyebut elite tentara, kepolisian, lembaga yudikatif, kalangan profesor dan akademikus, hingga elite partai politik, masih memiliki pekerjaan rumah besar. Semua, kata Prabowo, perlu berani melakukan introspeksi.
“Kita harus berani mengakui bahwa unsur pimpinan di semua tingkat dari atas mengecewakan,” ujarnya.
Prabowo menegaskan bahwa pengakuan ini penting sebagai langkah awal perbaikan. Tanpa keberanian mengakui kelemahan, menurut dia, sulit bagi Indonesia untuk maju dan mengelola potensi kekayaannya dengan baik.
Karena itu, dalam forum yang dihadiri pejabat dari pusat hingga daerah tersebut, Prabowo mengajak semua pihak untuk berhenti saling menyalahkan. Ia meminta seluruh unsur pemerintahan bersatu demi menyelamatkan kepentingan bangsa.
Ajak Bersatu Tanpa Sekat Politik
Presiden juga menyinggung masih kuatnya sekat-sekat politik pasca pemilihan umum. Ia mengingatkan bahwa persaingan politik seharusnya berhenti setelah pesta demokrasi usai.
Prabowo menegaskan dirinya tidak pernah membeda-bedakan daerah berdasarkan pilihan politik. Sebagai presiden, ia mengaku berusaha berlaku adil kepada seluruh wilayah Indonesia.
Untuk menegaskan sikap itu, Prabowo mencontohkan pelaksanaan program makan bergizi gratis yang tetap dijalankan di daerah yang tidak menjadi basis pendukungnya.
“Buktinya saya kalah di Sumatera Barat, benar? Tapi tetap MBG sampai ke Sumatera Barat,” kata Prabowo.
Menurut dia, contoh tersebut menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah tidak boleh dipengaruhi sentimen politik. Semua daerah, baik pendukung maupun bukan, tetap berhak mendapatkan perhatian yang sama.