Pidato di Sentul, Prabowo Pede Sebut MBG Berhasil 99,99 Persen

Senin 02-02-2026,14:30 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Presiden Prabowo Subianto kembali menyuarakan keyakinannya bahwa program Makan Bergizi Gratis atau MBG berjalan sukses besar. Dalam klaim terbarunya, Prabowo menyebut jumlah penerima manfaat program andalannya itu telah menembus 60 juta orang hingga Ahad malam, 1 Februari 2026.

Di hadapan para pejabat pemerintah pusat dan daerah, Prabowo mengatakan tingkat keberhasilan program tersebut hampir sempurna. Menurut dia, meski sempat diragukan banyak pihak, MBG terus berjalan dan menjangkau semakin banyak anak Indonesia.

Prabowo memulai pernyataannya dengan menegaskan bahwa seluruh anak Indonesia berhak mendapatkan makanan yang cukup dan bergizi. Dari awal program diluncurkan, ia mengaku sudah mendengar banyak prediksi miring yang menyebut MBG bakal gagal.

Namun Kepala Negara menilai kenyataan di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya. Ia tidak menutup mata bahwa dalam pelaksanaan program sempat terjadi beberapa kasus keracunan makanan. Meski begitu, Prabowo menilai angka kejadian tersebut sangat kecil dibandingkan total porsi makanan yang sudah dibagikan.

“Kalau kita jumlahkan berapa ribu yang keracunan dibandingkan dengan berapa miliar makanan yang sudah kita bagi, statistiknya adalah 0,0087 persen. Artinya apa? Artinya 99,99 usaha MBG harus dinyatakan berhasil,” kata Prabowo saat memberikan taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026.

Diklaim Jadi Perhatian Dunia

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung bahwa program Makan Bergizi Gratis tidak hanya mendapat perhatian di dalam negeri, tetapi juga menarik minat pihak luar negeri. Ia mengklaim sejumlah pakar dari Gedung Putih Amerika Serikat ingin mempelajari lebih jauh model pelaksanaan MBG di Indonesia.

Selain itu, Prabowo menyebut Rockefeller Institute ikut memberikan penilaian positif terhadap program tersebut. Lembaga itu, menurut Prabowo, menganggap MBG sebagai bentuk investasi terbaik yang bisa dilakukan sebuah negara untuk masa depannya.

Prabowo lalu memaparkan hitung-hitungan ekonominya. Ia mengatakan setiap dana yang dikeluarkan pemerintah untuk program MBG akan memberikan dampak berlipat ganda bagi perekonomian nasional.

Menurut dia, setiap satu dolar atau setiap rupiah yang digelontorkan untuk MBG akan menghasilkan efek ekonomi minimal lima kali lipat. Dalam jangka panjang, Prabowo bahkan meyakini manfaatnya bisa meningkat jauh lebih besar.

“Dan dalam jangka panjang akan menjadi 35 kali investasinya itu,” tutur Prabowo.

Ini bukan pertama kalinya Prabowo menyatakan optimisme tinggi terhadap program andalannya tersebut. Sejak awal menjabat, ia berkali-kali menyebut MBG sebagai salah satu program strategis yang paling penting bagi masa depan Indonesia.

Pada awal Januari 2026 lalu, dalam retret Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Prabowo juga sempat menyampaikan klaim serupa. Saat itu ia mengatakan tingkat keberhasilan pelaksanaan MBG mencapai 99 persen berdasarkan hasil evaluasi awal pemerintah.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menekankan bahwa program MBG lahir dari kepedulian negara terhadap kondisi gizi anak-anak Indonesia. Ia menyebut masih banyak anak yang belum mendapatkan asupan makanan layak, terutama di daerah-daerah terpencil.

Menurut Prabowo, berbagai kajian menunjukkan angka kekurangan gizi di Indonesia masih cukup mengkhawatirkan. Ia menyebut persentase anak Indonesia yang mengalami masalah gizi bisa mencapai lebih dari 20 hingga 30 persen.

Kategori :