JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa laju ekonomi nasional berpeluang menembus angka 6 persen pada tahun ini. Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan asumsi pertumbuhan dalam APBN yang dipatok sebesar 5,4 persen.
Menurut Purbaya, target itu bukan sekadar optimisme tanpa dasar. Ia bahkan berseloroh akan meminta hadiah kepada Presiden Prabowo Subianto bila pertumbuhan ekonomi benar-benar menyentuh level tersebut.
“Kalau di APBN 5,4 persen, saya akan dorong ke 6 persen. Kalau dapat 6 persen saya akan minta hadiah ke presiden,” ujarnya saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu 31 Januari 2026.
Ketika ditanya soal bentuk hadiah yang diinginkan, Purbaya menjawab ringan. “Traktir lah,” katanya.
Ia juga menyampaikan keyakinan bahwa kinerja ekonomi pada kuartal IV 2025 mampu tumbuh hingga 5,45 persen. Secara keseluruhan, pertumbuhan sepanjang 2025 diperkirakan mendekati target pemerintah sebesar 5,2 persen. Angka resmi nantinya akan diumumkan oleh Badan Pusat Statistik pada Kamis 5 Februari.
BACA JUGA:Beli Token Listrik Februari 2026, Ini Besaran kWh yang Didapat
Purbaya menjelaskan, dorongan utama pertumbuhan berasal dari percepatan belanja fiskal sejak awal tahun. Selain itu, koordinasi kebijakan moneter juga terus diperkuat agar lebih sejalan dengan langkah pemerintah.
“Upayanya ya fiskal dibelanjakan dengan cepat di awal tahun dan mulai jalan. Terus kami sinkron kebijakan moneter lebih baik. Dengan moneter ya, bukan saya intervensi ya,” ujarnya.
Ia menambahkan, iklim usaha ke depan diyakini semakin kondusif. Pemerintah, kata dia, akan segera membenahi berbagai aturan yang dinilai menghambat aktivitas ekonomi. Langkah itu diharapkan dapat memulihkan kepercayaan pelaku usaha, termasuk investor asing.
“Nanti peraturan-peraturan yang mengganggu kita akan deteksi dan kita akan perbaiki secepatnya. Jadi itu saja sudah cukup untuk tumbuh 6 persen atau lebih,” kata Purbaya.