Penanganan kondisi ini membutuhkan pendekatan profesional yang serius karena gejalanya sangat mirip dengan gangguan stres pasca-trauma atau PTSD.
Terapis biasanya menggunakan metode psikoterapi intensif dan kadang disertai resep obat antiansietas untuk meredakan kecemasan berlebih pada korban.
Dilansir dari Alodokter, tujuan utama pengobatan ini adalah menyadarkan pasien bahwa perasaan sayang mereka hanyalah ilusi pertahanan diri semata.
Dukungan keluarga sangat krusial agar korban bisa kembali pulih dan melihat realitas kejadian secara objektif.