JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Musim hujan kerap membawa persoalan baru bagi para pegiat kebun. Kelembapan yang meningkat membuat tanaman lebih rentan diserang hama. Kondisi tanah yang basah dan udara yang lembap menjadi lingkungan ideal bagi serangga berkembang biak.
Perawatan rutin seperti menyiram dan memberi pupuk sering kali belum cukup. Serangan hama tetap bisa datang, bahkan dalam waktu singkat. Banyak orang kemudian mengandalkan pestisida kimia untuk mengatasinya.
Namun penggunaan bahan kimia secara terus-menerus bukan tanpa risiko. Zat aktif di dalam pestisida dapat merusak tanaman bila dosisnya tidak tepat. Dalam jangka panjang, tanah pun bisa kehilangan kesuburannya.
Sebagai alternatif, sejumlah bahan dapur ternyata bisa dimanfaatkan sebagai pengendali hama alami. Bahannya mudah ditemukan, cara membuatnya sederhana, dan relatif aman bagi tanaman. Berikut beberapa bahan dapur yang bisa digunakan sebagai pestisida alami beserta cara pemakaiannya.
Semprotan bawang putih
Bawang putih dikenal memiliki sifat antibakteri, antivirus, dan antijamur. Karakter tersebut membuatnya efektif digunakan untuk menekan serangan hama di kebun.
BACA JUGA:Bermain Petak Umpet, Bocah di Demak Tewas Tersengat Listrik di Garasi Truk
Untuk membuatnya, lima siung bawang putih dikupas lalu dihancurkan. Bawang kemudian dicampur dengan 470 mililiter air dan didiamkan semalaman agar sarinya keluar. Setelah itu, tambahkan sedikit sabun cuci piring cair dan saring larutan hingga bersih.
Larutan yang telah disaring perlu diencerkan kembali dengan empat liter air sebelum digunakan. Semprotkan ke tanaman satu atau dua kali dalam sepekan. Cara ini cukup efektif untuk mengendalikan berbagai jenis serangga pengganggu.
Semprotan garam epsom
Garam epsom juga bisa dimanfaatkan sebagai pestisida alami. Bahan ini dapat digunakan dengan cara dilarutkan atau langsung ditaburkan di sekitar tanaman.
Jika dijadikan semprotan, campurkan 250 gram garam epsom dengan 18 liter air. Larutan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam botol semprot dan diaplikasikan pada tanaman yang terserang hama. Campuran ini dikenal efektif untuk mengatasi siput dan kumbang.
Cara lain yang bisa dilakukan adalah menaburkan garam epsom di sekitar pangkal tanaman setiap satu hingga dua minggu. Selain membantu mengusir hama, metode ini juga menambah kandungan magnesium di tanah sehingga penyerapan nutrisi tanaman menjadi lebih baik.
BACA JUGA:Aksi Sadis Begal di Bandung, Tak Terima Hanya Diberi Rp10 Ribu oleh Korban
Semprotan minyak
Campuran minyak dan sabun dapat berfungsi sebagai insektisida alami. Cara kerjanya dengan melapisi tubuh serangga sehingga menghambat pernapasan, terutama pada hama bertubuh lunak seperti kutu daun dan tungau.
Untuk membuat larutan dasar, campurkan 225 gram minyak sayur dengan 60 mililiter sabun cair. Aduk hingga tercampur rata dan simpan dalam wadah tertutup.
Saat akan digunakan, larutkan satu sendok makan campuran tersebut ke dalam 900 mililiter air. Semprotkan secara merata ke bagian tanaman yang terserang. Agar hasilnya maksimal, penyemprotan dapat dilakukan secara rutin seminggu sekali.