JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Sebuah unggahan yang menceritakan seorang guru sekolah dasar dilaporkan orang tua murid di Tangerang Selatan ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam narasi itu, sang guru disebut dilaporkan setelah menegur siswanya agar lebih peduli terhadap teman.
Informasi tersebut beredar luas dan juga diunggah oleh anak dari guru yang bersangkutan. Dari unggahan yang beredar, peristiwa itu disebut terjadi saat kegiatan lomba sekolah pada Agustus 2025.
Kejadian bermula ketika seorang murid terjatuh usai meminta temannya menggendong. Anak tersebut tidak segera mendapat pertolongan.
Melihat kondisi itu, guru yang bersangkutan kemudian menasihati murid tersebut agar memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap sesama.
Namun, nasihat itu dipersepsikan berbeda oleh pihak orang tua. Teguran tersebut dianggap sebagai bentuk memarahi murid di depan kelas.
Meski sempat dilakukan mediasi, orang tua siswa akhirnya melaporkan sang guru ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak hingga ke Polres Tangerang Selatan dengan tuduhan kekerasan verbal.
Kepala Seksi Humas Polres Tangerang Selatan, Ipda Yudhi Susanto, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebut laporan dibuat pada Desember 2025.
"Kalau laporan polisi, karena haknya masyarakat, saat ini sudah terdaftar di kita sejak bulan Desember," kata Yudhi saat dihubungi, Selasa 27 Januari 2026.
Yudhi menegaskan tidak ada upaya kriminalisasi terhadap guru yang bersangkutan. Menurutnya, kepolisian masih menjalankan proses sesuai prosedur yang berlaku.
"Tapi kalau kriminalisasi, itu nggak ada, SOP ya. Saat ini kita masih mendalami perkaranya, masih sesuai SOP yang ada. Kita kan juga asas praduga dan lainnya. Sementara sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan terkait itu," ujarnya.
BACA JUGA:Penasaran Menu MBG saat Ramadhan? Ini yang akan Dibagikan Pemerintah
Ia juga menyebut pihak kepolisian belum dapat memaparkan secara rinci duduk perkara yang berujung pada pelaporan tersebut. Saat ini kasus itu masih ditangani oleh Satreskrim Polres Metro Tangerang Selatan.
"Itu kami belum dapat data validnya, karena banyak beredar. Hanya membenarkan bahwa peristiwanya saat ini sudah dilaporkan. Kalau untuk koridor dugaan pidananya, kan masih didalami," tuturnya.