Benarkah Istri Tidak Boleh Pulang Tanpa Izin Suami? Ini Penjelasan Buya Yahya

Sabtu 24-01-2026,21:02 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

Teladan datang dari Ummul Mukminin Aisyah RA. Saat menghadapi ujian berat akibat tuduhan yang menimpanya, Aisyah RA ingin pulang ke rumah ayahnya, Abu Bakar RA. Namun sebelum berangkat, ia terlebih dahulu meminta izin kepada Rasulullah SAW.

Aisyah RA berkata, "Apakah Engkau mengizinkan saya untuk mendatangi kedua orang tua saya?" sebagaimana diriwayatkan dalam hadis Bukhari.

Bahkan dalam urusan ibadah, adab meminta izin tetap dijaga. Rasulullah SAW bersabda, "Jika istri-istri kalian meminta izin kepada kalian pada malam hari untuk pergi ke masjid, izinkanlah mereka."

BACA JUGA:Jam Tangan Militer Presiden Prabowo Disorot, Harganya Bikin Kaget

Pengecualian dalam Kondisi Darurat

Aturan meminta izin tidak berlaku mutlak. Dalam kondisi darurat yang mengancam keselamatan jiwa, seperti kebakaran, gempa bumi, atau keadaan mendesak lainnya, istri diperbolehkan keluar rumah tanpa harus menunggu izin suami.

Hal ini menunjukkan bahwa Islam mengedepankan keselamatan dan kemaslahatan manusia.

Penjelasan Buya Yahya soal Istri Pulang ke Rumah Orang Tua

Terkait persoalan istri yang pulang ke rumah orang tua, pengasuh Lembaga Pengembangan Da’wah dan Pondok Pesantren Al Bahjah Cirebon, Buya Yahya, turut memberikan penjelasan.

Ia menegaskan bahwa konflik rumah tangga tidak seharusnya langsung dibawa ke arah perceraian atau ancaman yang berlebihan. Menurutnya, ucapan suami yang meminta istri pulang tidak otomatis bermakna talak apabila tidak disampaikan secara tegas.

Buya Yahya juga menekankan pentingnya memberi ruang kepada masing-masing pihak untuk menenangkan diri.

"Kalau suami istri ribut dan pulang ke rumah orang tua, kalau Anda sebagai seorang ayah yang baik maka Anda datangi istri Anda, artinya diajak bicara, dua-duanya faham tentang itu semuanya, bisa bertemu dengan suaminya, bahasanya istri beri ruang untuk berfikir, nanti akan rindu sendiri," ujarnya.

Peran Orang Tua dalam Menjaga Keharmonisan

Buya Yahya menambahkan bahwa orang tua seharusnya berperan sebagai penyejuk, bukan memperkeruh suasana. Orang tua diharapkan membantu mencarikan jalan tengah agar konflik tidak berlarut-larut.

Menurutnya, pendekatan yang lembut dan komunikasi yang baik jauh lebih efektif dibandingkan emosi dan kemarahan.

"Jangan marah jangan ini, kau kirim salam kirim surat aja ke WA saja yang baik-baik atau kirim hadiah dan kalimat maaf yang banyak nasihat suami gitu saja karena bisa saja tuntutan istri ya itu jadi besarkan hati suami biar tidak marah," tuturnya.

Kategori :